Permintaan terhadap hunian apartemen di Kota Bandung terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, terutama pada apartemen yang berlokasi di kawasan strategis seperti kawasan pendidikan, salah satunya Apartemen The Jarrdin. Pola perilaku penghuni pada ruang hunian vertikal sangat dipengaruhi oleh cara ruang dirancang dan diatur, khususnya pada transisi dari ruang publik dan semi-publik menuju ruang yang lebih privat, yaitu dari area lobby dan fasilitas bersama menuju area lift penghuni. Desain ruang yang kurang efisien dan tidak memperhatikan pola perilaku penghuni, yang membiarkan akses bebas menuju area lift penghuni, berpotensi menurunkan rasa aman sekaligus memengaruhi pola perilaku dan interaksi sosial penghuni. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelemahan desain eksisting dan merumuskan alternatif desain untuk meningkatkan rasa aman serta interaksi sosial antarpenghuni. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap penghuni serta pekerja apartemen, dilengkapi analisis behavioral mapping pada area lantai dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan kembali ruang pada lantai dasar dan pembatasan akses dari ruang publik dan semi-publik menuju ruang privat mampu meningkatkan rasa aman penghuni. Disimpulkan bahwa pengendalian akses, penguatan pengawasan alami, dan penataan ruang yang lebih terstruktur berpengaruh positif terhadap pola perilaku penghuni. Implikasinya, prinsip pengendalian akses dan pengawasan alami perlu dipertimbangkan sejak tahap perancangan apartemen guna menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, nyaman, dan mendukung interaksi sosial penghuni.