Penelitian mengenai pengawasan internal pada pemerintahan desa umumnya masih berfokus pada efektivitas pengawasan, akuntabilitas, atau pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja organisasi. Pendekatan tersebut belum banyak menjelaskan bagaimana bentuk-bentuk pengawasan internal berkembang dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipologi pengawasan internal aparatur desa pada Pemerintahan Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, aparatur desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Proses open coding digunakan untuk mengidentifikasi praktik-praktik pengawasan yang muncul dari data lapangan, kemudian dikelompokkan secara induktif hingga membentuk tipologi pengawasan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan internal aparatur desa di Pemerintahan Desa Lambara membentuk lima tipologi, yaitu pengawasan preventif, administratif, operasional, komunikatif, dan korektif. Kelima tipologi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan internal tidak berlangsung melalui satu mekanisme tunggal, melainkan membentuk suatu sistem pengendalian yang berlangsung sejak tahap pemberian arahan, pelaksanaan tugas, koordinasi, hingga tindakan perbaikan terhadap pelanggaran aparatur desa. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris berupa tipologi pengawasan internal aparatur desa yang dapat menjadi perspektif awal dalam memahami praktik pengawasan pada penyelenggaraan pemerintahan desa.