Korosi merupakan proses degradasi logam yang menimbulkan kerugian ekonomi, teknis, dan lingkungan dalam berbagai sektor industri. Penggunaan inhibitor korosi sintetis yang bersifat toksik mendorong berkembangnya penelitian mengenai inhibitor ramah lingkungan atau green inhibitor yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai ekstrak tanaman sebagai inhibitor korosi pada baja melalui pendekatan kajian literatur komparatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data jurnal internasional seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 30 artikel yang dipublikasikan pada periode 2015–2024 dianalisis berdasarkan kriteria relevansi terhadap penggunaan bahan alami sebagai inhibitor korosi pada baja. Parameter yang dibandingkan meliputi jenis bahan alami, kandungan senyawa aktif, mekanisme adsorpsi, efisiensi inhibisi, konsentrasi optimum, serta stabilitas termal. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana), kulit pepaya (Carica papaya), dan kulit pisang (Musa paradisiaca) memiliki potensi sebagai inhibitor korosi yang efektif dengan efisiensi inhibisi berturut-turut mencapai 93–95%, 78–83%, dan 65–72% pada media asam. Senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, pektin, dan alkaloid berperan dalam proses adsorpsi pada permukaan baja sehingga membentuk lapisan pelindung yang mampu menurunkan laju korosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan alami memiliki potensi besar sebagai alternatif inhibitor korosi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan biomaterial sebagai inhibitor korosi pada sistem industri.