Christiono Utomo
Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AWARENESS STAKEHOLDER PROYEK TERHADAP TRANSFER PENGETAHUAN DALAM TIM PROYEK KONSTRUKSI Catur Ayu Almaidia; Christiono Utomo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.452

Abstract

Transfer pengetahuan merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek konstruksi mengingat karakteristik proyek yang bersifat sementara, kompleks, dan melibatkan berbagai stakeholder. Project Manager dan tim proyek memiliki peran strategis dalam mendorong proses berbagi pengetahuan di dalam tim proyek, namun pada praktiknya transfer pengetahuan di proyek konstruksi masih belum berjalan optimal, yang mengindikasikan rendahnya awareness stakeholder terhadap pentingnya proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat awareness stakeholder proyek terhadap transfer pengetahuan dalam tim proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling terhadap 100 responden yang terdiri dari Project Manager dan anggota tim proyek konstruksi di Surabaya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat awareness dan kecenderungan penerapan transfer pengetahuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat awareness antara Project Manager dan tim proyek, serta adanya gap antara kesadaran terhadap pentingnya transfer pengetahuan dengan penerapannya dalam praktik proyek. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun stakeholder proyek telah memahami pentingnya transfer pengetahuan, implementasinya masih belum konsisten. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan proyek konstruksi, khususnya dalam meningkatkan peran stakeholder proyek dalam membangun budaya berbagi pengetahuan guna mendukung keberhasilan proyek.
AWARENESS PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP BERBAGI PENGETAHUAN PADA TAHAPAN DESAIN-KONSTRUKSI-OPERASIONAL Ni Putu Eka Utari Putri; Christiono Utomo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.454

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait efisiensi, keberlanjutan, dan manajemen pengetahuan. Berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek, memperkuat kolaborasi, meminimalkan kesalahan, mengurangi risiko, serta mendorong inovasi dan keberlanjutan operasional bangunan. Meskipun demikian, praktik berbagi pengetahuan dalam proyek konstruksi masih belum optimal, sehingga memunculkan permasalahan seperti rework dan rendahnya efisiensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesadaran stakeholder terhadap berbagi pengetahuan pada tahapan desain, konstruksi, dan operasional proyek properti di Surabaya dan memberikan rekomendasi strategi manajemen pengetahuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan memori proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang terlibat dalam tahapan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun pemahaman konseptual mengenai berbagi pengetahuan telah cukup dikenal, implementasinya di lapangan masih belum optimal. Mayoritas responden lebih menyukai pertukaran pengetahuan secara lisan dibandingkan dengan dokumentasi tertulis. Selain itu, akses dan pemanfaatan pengetahuan eksplisit yang tersimpan dalam sistem digital dinilai masih sangat rendah. Terdapat juga pengaruh antara lama pengalaman kerja dengan tingkat pemahaman dan penerapan praktik berbagi pengetahuan. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran akan pentingnya berbagi pengetahuan telah ada, namun masih terdapat tantangan yang signifikan dalam penerapannya, terutama terkait dukungan sistemik, infrastruktur teknologi, dan budaya organisasi yang mendukung. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan strategi manajemen pengetahuan, pengembangan sarana teknologi pendukung, serta peningkatan kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem berbagi pengetahuan yang efektif dalam proyek konstruksi.
ALTERNATIF TERBAIK ALAT PEMELIHARAAN JALAN BERBASIS LIFE CYCLE COST DI BPJN MALUKU UTARA Hajar Rajak; Christiono Utomo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.462

Abstract

Pemeliharaan jalan merupakan kegiatan penting yang dilakukan secara berkala, rutin, maupun saat terjadi kerusakan untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap, aman digunakan, dan berfungsi sesuai umur layanannya. Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara menghadapi tantangan dalam menentukan alternatif alat pemeliharaan jalan yang tidak hanya memenuhi kriteria teknis, tetapi juga efisien secara ekonomi sepanjang siklus hidupnya. Metode penelitian menggunakan analisis Life Cycle Cost (LCC) untuk menilai alternatif peralatan dengan mengidentifikasi biaya- biaya yang muncul selama selang waktu 10 tahun, mulai dari nilai pembelian hingga penghapusan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangaan di BPJN Maluku Utara. Penelitian ini membandingkan dua skenario kelompok alat untuk pekerjaan Penamabalan Lubang. Alternatif 1, mengedepankan penggunaan Vibro Roller 2 Ton sebagai alat pemadat utama. Pada Alternatif 2, kelompok alat disusun dengan mengacu pada standar peralatan minimum menurut pedoman pemeliharaan rutin jalan, yaitu menggunakan Baby Roller (kapasitas 0,8 Ton) sebagai alat pemadat utama. Pemilihan alat ini didasarkan pada pertimbangan efisiensi di lapangan. Hasil perhitungan dan analsis menunjukkan bahwa Alternatif 1 menghasilkan nilai LCC sebesar Rp 28.053.521.418,34, sedangkan Alternatif 2 sebesar Rp 28.481.522.517,30. Meskipun Alternatif 2 memiliki harga pembelian awal yang lebih rendah, Alternatif 1 terpilih sebagai solusi terbaik karena menghasilkan nilai LCC terendah.