Hajar Rajak
Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ALTERNATIF TERBAIK ALAT PEMELIHARAAN JALAN BERBASIS LIFE CYCLE COST DI BPJN MALUKU UTARA Hajar Rajak; Christiono Utomo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.462

Abstract

Pemeliharaan jalan merupakan kegiatan penting yang dilakukan secara berkala, rutin, maupun saat terjadi kerusakan untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap, aman digunakan, dan berfungsi sesuai umur layanannya. Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara menghadapi tantangan dalam menentukan alternatif alat pemeliharaan jalan yang tidak hanya memenuhi kriteria teknis, tetapi juga efisien secara ekonomi sepanjang siklus hidupnya. Metode penelitian menggunakan analisis Life Cycle Cost (LCC) untuk menilai alternatif peralatan dengan mengidentifikasi biaya- biaya yang muncul selama selang waktu 10 tahun, mulai dari nilai pembelian hingga penghapusan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangaan di BPJN Maluku Utara. Penelitian ini membandingkan dua skenario kelompok alat untuk pekerjaan Penamabalan Lubang. Alternatif 1, mengedepankan penggunaan Vibro Roller 2 Ton sebagai alat pemadat utama. Pada Alternatif 2, kelompok alat disusun dengan mengacu pada standar peralatan minimum menurut pedoman pemeliharaan rutin jalan, yaitu menggunakan Baby Roller (kapasitas 0,8 Ton) sebagai alat pemadat utama. Pemilihan alat ini didasarkan pada pertimbangan efisiensi di lapangan. Hasil perhitungan dan analsis menunjukkan bahwa Alternatif 1 menghasilkan nilai LCC sebesar Rp 28.053.521.418,34, sedangkan Alternatif 2 sebesar Rp 28.481.522.517,30. Meskipun Alternatif 2 memiliki harga pembelian awal yang lebih rendah, Alternatif 1 terpilih sebagai solusi terbaik karena menghasilkan nilai LCC terendah.