Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki kekayaan ekosistem laut yang tinggi, termasuk habitat penyu yang penting secara ekologis maupun sosial budaya. Namun, keberlanjutan ekosistem tersebut menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia, seperti pengambilan telur penyu secara ilegal dan kerusakan habitat pesisir. Oleh karena itu, penanaman kesadaran konservasi sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk membangun karakter peduli lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi konservasi laut pada anak usia dini melalui penyusunan dan sosialisasi buku cerita trilingual berbasis kearifan lokal NTB. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap utama, yaitu persiapan dan sosialisasi, pembuatan buku cerita, penerbitan dan distribusi, serta kampanye literasi dan evaluasi. Buku cerita disusun dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Sumbawa, dan Sasak, dengan mengangkat tema pelestarian penyu dan nilai kearifan lokal masyarakat Samawa. Sosialisasi dilaksanakan di TKIT Al Hikmah, Mataram, melibatkan 55 siswa dan 8 guru melalui kegiatan mendongeng interaktif dan permainan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait jenis-jenis penyu, ancaman terhadap penyu, serta cara menjaga kelestarian lingkungan laut. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, sedangkan guru menilai buku cerita ini relevan sebagai media pembelajaran tambahan berbasis konservasi dan budaya lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa media cerita trilingual berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan literasi konservasi laut sekaligus memperkuat identitas budaya anak sejak usia dini.