Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA BANGUN HARJA KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR KABUPATEN SERUYAN: Azizatul Hayaniy1, Randy Inas Tain2 Azizatul Hayaniy; Randy Inas Tain
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian AgriHatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/8scrbs78

Abstract

ABSTRAK Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan pada proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Provinsi Kalimantan Tengah adalah salah satu wilayah yang masyarakatnya membudidayakan tanaman hortikultura, diantaranya adalah tani cabai rawit yang mana jumlah luas panen cabai rawit menurut Badan Pusat Statistk yaitu mencapai 1.172 Ha(BPS Kalteng ,2018). Besarnya produksi harus didukung bagusnya pemasaran cabai rawit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalis saluran pemasaran dan efisiensi pemasaran cabai rawit di Desa Bangun Harja. Metode penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif. Hasil yang di dapat dari penelitian ini yaitu: pemasaran cabai rawit Desa Bangun Harja  memiliki dua saluran pemasaran, 1) Petani PengepulKonsumen. 2) Petani PengecerKonsumen. Terdapat perbedaan biaya dan keuntungan dari dua saluran pemasaran tersebut. Untuk saluran pemasaran I memerlukan biaya pemasaran sebesar Rp 3.751,71 –per Kg dengan keuntungan pemasaran sebesar Rp 6.248,29-per kg. Sedangkan pada saluran Pemasaran II biaya pemasarannya adalah Rp 941-per kg, dengan keuntungan pemasaran sebesar Rp 9059-per kg. untuk efiensi pemasaran secara ekonomis efisiensi pemasaran cabai rawit di Desa bangun Harja yang ada saat ini secara keseluruhan sudah termasuk dalam kategori efisien hal ini karena nilai farmer Share yang di miliki saluran pemasaran tersebut mencapai 50% lebih. Yaitu 84,61% pada saluran I. 86,66% pada sauran II. (Kata Kunci: Cabai Rawit,Pemasaran,Efisiensi Pemasaran)
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI BUDIDAYA TANAMAN JAHE SEBAGAI KOMODITAS BERNILAI EKONOMI: Rabiatul1, Azizatul Hayaniy2, Randy Inas Tain3 Rabiatul; Azizatul Hayaniy; Randy Inas Tain
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/qna19633

Abstract

Pemanfaatan lahan yang belum produktif di lingkungan pendidikan vokasi dapat dikembangkan menjadi ruang belajar terapan sekaligus demplot komoditas hortikultura yang mempunyai peluang ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan lahan di lingkungan Politeknik Seruyan melalui budidaya tanaman jahe dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses persiapan lahan, pembentukan bedengan, penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan awal. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik lapangan dan learning by doing, sehingga mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan teknis, tetapi juga berperan sebagai pelaksana kegiatan. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi liar dapat ditata menjadi area budidaya yang lebih terstruktur, bedengan tanam berhasil dibentuk, penanaman dapat dilaksanakan, dan tanaman jahe menunjukkan pertumbuhan vegetatif awal. Dari sisi pengembangan ekonomi, jahe relevan dipilih karena termasuk komoditas biofarmaka yang memiliki penggunaan luas serta peluang pengembangan menjadi produk olahan bernilai tambah. Namun, karena kegiatan yang terdokumentasi masih berada pada fase pertumbuhan dan belum memasuki tahap panen, artikel ini tidak mengklaim peningkatan pendapatan secara langsung; nilai ekonomi dibahas sebagai potensi yang perlu diuji melalui pencatatan biaya, produktivitas, harga jual, dan pengolahan pascapanen pada tahap lanjutan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa optimalisasi lahan melalui budidaya jahe dapat menjadi model pembelajaran kontekstual, penguatan keterampilan mahasiswa, dan dasar pengembangan kewirausahaan pertanian berbasis kampus. Kata kunci: budidaya jahe; optimalisasi lahan; pengabdian kepada masyarakat; mahasiswa; nilai ekonomi
PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK LOKAL SEBAGAI MEDIA TANAM ALTERNATIF INOVASI DALAM MENDUKUNG PERTANIAN MANDIRI: Azizatul Hayaniy1,Tirsa Neyatri Bandrang2, Azizatul Hayaniy; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/yd97r778

Abstract

Ketersediaan bahan organik lokal yang melimpah di lingkungan masyarakat belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya pertanian. Bahan organik seperti sekam padi, serasah tanaman, kompos, cocopeat, dan limbah organik rumah tangga memiliki potensi untuk diolah menjadi media tanam alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan organik lokal sebagai media tanam alternatif serta mendorong penerapan pertanian mandiri yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan media tanam, pendampingan, dan evaluasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik bahan organik, fungsi media tanam, komposisi bahan, teknik pencampuran, serta cara penggunaan media tanam untuk budidaya tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan organik lokal dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap media tanam komersial sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah organik. Masyarakat memperoleh keterampilan dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi media tanam yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa pengelolaan bahan organik secara tepat dapat mendukung kesuburan media, efisiensi penggunaan sumber daya, dan penerapan konsep pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan bahan organik lokal sebagai media tanam alternatif dapat menjadi salah satu inovasi sederhana dalam mendukung pertanian mandiri dan ramah lingkungan. Kata kunci: bahan organik lokal, media tanam, pertanian mandiri, pertanian berkelanjutan, inovasi pertanian.