Pemanfaatan lahan yang belum produktif di lingkungan pendidikan vokasi dapat dikembangkan menjadi ruang belajar terapan sekaligus demplot komoditas hortikultura yang mempunyai peluang ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan lahan di lingkungan Politeknik Seruyan melalui budidaya tanaman jahe dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses persiapan lahan, pembentukan bedengan, penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan awal. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik lapangan dan learning by doing, sehingga mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan teknis, tetapi juga berperan sebagai pelaksana kegiatan. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi liar dapat ditata menjadi area budidaya yang lebih terstruktur, bedengan tanam berhasil dibentuk, penanaman dapat dilaksanakan, dan tanaman jahe menunjukkan pertumbuhan vegetatif awal. Dari sisi pengembangan ekonomi, jahe relevan dipilih karena termasuk komoditas biofarmaka yang memiliki penggunaan luas serta peluang pengembangan menjadi produk olahan bernilai tambah. Namun, karena kegiatan yang terdokumentasi masih berada pada fase pertumbuhan dan belum memasuki tahap panen, artikel ini tidak mengklaim peningkatan pendapatan secara langsung; nilai ekonomi dibahas sebagai potensi yang perlu diuji melalui pencatatan biaya, produktivitas, harga jual, dan pengolahan pascapanen pada tahap lanjutan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa optimalisasi lahan melalui budidaya jahe dapat menjadi model pembelajaran kontekstual, penguatan keterampilan mahasiswa, dan dasar pengembangan kewirausahaan pertanian berbasis kampus. Kata kunci: budidaya jahe; optimalisasi lahan; pengabdian kepada masyarakat; mahasiswa; nilai ekonomi