Said Aandy Saida
Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Hipertensi dan Penyakit Ginjal Kronis Pada Pasien di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh Rafi Rivaldi; Edi Cahyadi; Said Aandy Saida
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.629

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Data WHO tahun 2023 mencatat lebih dari 1,28 miliar orang di dunia menderita hipertensi, dan sekitar 700 juta di antaranya belum mendapatkan pengobatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hipertensi dan penyakit ginjal kronis pada pasien di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien dengan bantuan format isian pada Mei 2025. Sampel sebanyak 441 orang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Laki-laki paling banyak terdiagnosis hipertensi (85 sampel; 19,3%) dan penyakit ginjal kronis (88 sampel; 20%), diikuti perempuan dengan hipertensi (82 sampel; 18,4%) dan penyakit ginjal kronis (83 sampel; 18,8%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara hipertensi dan penyakit ginjal kronis (p-value = 0,000). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara hipertensi dan penyakit ginjal kronis pada pasien di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Antihipertensi Pasien di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Authama Seseren; Said Aandy Saida; Edy Cahyady
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.632

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit jangka panjang yang kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena kondisi ini sering kali tidak me sering tidak memicu gejala klinis yang jelas, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak mendapatkan penangan yang tepat. Salah satu penyebab tingginya angka komplikasi pada hipertensi adalah rendahnya tingkat kepatuhan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk menidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor determinan yang berkonstribusi terhadap keptuhan pengobatan antihipertensi pada pasien di RSUD Meuraxa Banda Aceh berdasarkan jenis kelamin, lama waktu menderita hipertensi, dan umur. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan metode observasional. Sampel penelitian terdiri dari 68 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner morisky medication adherence scale (MMAS-8) sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-square.. Temuan penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (63,2%), umur 56-65 tahun (35,3%) dan telah menderita hipertensi > 5 tahun (52,9%). Tingkat kepatuhan rendah ditemukan pada 44,1% responden. Hasil analisis statistik mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat kepatuhan pengobatan (p=0,407). Sebaliknya, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara lama menderita hipertensi dengan kepatuhan (p=0,001) dan umur (p=0,029) dengan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan, Kepatuhan pengobatan antihipertensi pada pasien di RSUD Meuraxa Banda Aceh tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin akan tetapi di pengaruhi oleh umur dan lama waktu menderita hipertensi. Edukasi dan pemantauan lebih lanjut terutama pada pasien usia produktif dan yang baru terdiagnosis sangat disarankan.