Hipertensi adalah salah satu penyakit jangka panjang yang kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena kondisi ini sering kali tidak me sering tidak memicu gejala klinis yang jelas, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak mendapatkan penangan yang tepat. Salah satu penyebab tingginya angka komplikasi pada hipertensi adalah rendahnya tingkat kepatuhan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk menidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor determinan yang berkonstribusi terhadap keptuhan pengobatan antihipertensi pada pasien di RSUD Meuraxa Banda Aceh berdasarkan jenis kelamin, lama waktu menderita hipertensi, dan umur. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan metode observasional. Sampel penelitian terdiri dari 68 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner morisky medication adherence scale (MMAS-8) sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-square.. Temuan penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (63,2%), umur 56-65 tahun (35,3%) dan telah menderita hipertensi > 5 tahun (52,9%). Tingkat kepatuhan rendah ditemukan pada 44,1% responden. Hasil analisis statistik mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat kepatuhan pengobatan (p=0,407). Sebaliknya, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara lama menderita hipertensi dengan kepatuhan (p=0,001) dan umur (p=0,029) dengan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan, Kepatuhan pengobatan antihipertensi pada pasien di RSUD Meuraxa Banda Aceh tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin akan tetapi di pengaruhi oleh umur dan lama waktu menderita hipertensi. Edukasi dan pemantauan lebih lanjut terutama pada pasien usia produktif dan yang baru terdiagnosis sangat disarankan.
Copyrights © 2025