Khatab
Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Derajat Keparahan Osteoarthritis Genu di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Ahmad Fauzi; Khatab; Nanda Desreza
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.634

Abstract

Osteoartritis genu merupakan penyakit degeneratif yang terjadi pada sendi lutut akibat adanya abrasi pada tulang rawan sendi dan pembentukan tulang baru di permukaan persendian. Seiring bertambahnya usia, kapasitas regeneratif tulang rawan menurun, aktivitas sel kondrosit melemah dan terjadi perubahan komposisi matriks ekstraseluler yang menyebabkan berkurangnya elastisitas serta ketahanan sendi terhadap tekanan mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap derajat keparahan OA genu di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 50 responden yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) yang mengukur aspek nyeri, kekakuan, dan fungsi fisik. Analisa data menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil uji univariat menunjukkan distribusi frekuensi OA genu berdasarkan usia paling banyak pada usia >60 tahun (66%), jenis kelamin paling banyak pada Perempuan (78%), IMT paling banyak dengan obesitas (54%) dan derajat keparahan paling banyak yaitu derajat berat (66%). Hasil uji bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,003), jenis kelamin (p-value = 0,042), dan indeks massa tubuh (p-value = 0,014) terhadap derajat keparahan OA genu.
Hubungan Durasi Kerja dan Beban Kerja Terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Shoulder Pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Sari Zulfina; Rizkidawati; Khatab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.785

Abstract

Shoulder pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami dan berkaitan erat dengan faktor pekerjaan, khususnya durasi kerja yang panjang dan beban kerja fisik yang berat. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, serta berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi kerja dan beban kerja terhadap tingkat nyeri pada pasien shoulder pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 pasien shoulder pain yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, durasi kerja, beban kerja, serta tingkat nyeri yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, serta multivariat dengan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar responden bekerja ≤8 jam per hari, namun responden dengan durasi kerja ≥8 jam cenderung mengalami tingkat nyeri yang lebih berat. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja dan tingkat nyeri (p=0,003), serta antara beban kerja dan tingkat nyeri (p=0,012). Analisis multivariat menunjukkan bahwa durasi kerja ≥8 jam meningkatkan risiko nyeri lebih berat secara signifikan (OR=16,78), sedangkan beban kerja sering juga meningkatkan risiko nyeri (OR=9,55). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa durasi kerja dan beban kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat nyeri pada pasien shoulder pain, dengan durasi kerja sebagai faktor yang paling berpengaruh.