Osteoartritis genu merupakan penyakit degeneratif yang terjadi pada sendi lutut akibat adanya abrasi pada tulang rawan sendi dan pembentukan tulang baru di permukaan persendian. Seiring bertambahnya usia, kapasitas regeneratif tulang rawan menurun, aktivitas sel kondrosit melemah dan terjadi perubahan komposisi matriks ekstraseluler yang menyebabkan berkurangnya elastisitas serta ketahanan sendi terhadap tekanan mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap derajat keparahan OA genu di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 50 responden yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) yang mengukur aspek nyeri, kekakuan, dan fungsi fisik. Analisa data menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil uji univariat menunjukkan distribusi frekuensi OA genu berdasarkan usia paling banyak pada usia >60 tahun (66%), jenis kelamin paling banyak pada Perempuan (78%), IMT paling banyak dengan obesitas (54%) dan derajat keparahan paling banyak yaitu derajat berat (66%). Hasil uji bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,003), jenis kelamin (p-value = 0,042), dan indeks massa tubuh (p-value = 0,014) terhadap derajat keparahan OA genu.
Copyrights © 2025