Di rumah sakit, perawat pelaksana memegang peran krusial dalam menjaga kesehatan pasien. Kualitas kerja perawat dapat ditingkatkan secara signifikan oleh budaya organisasi yang kuat. Perawat mempunyai peluang besar untuk terkena stres kerja, dikarenakan tuntutan pekerjaan yang kompleks dan harus dilakukan secara rutin dan berulang. Stres kerja perawat menempati urutan pertama dalam 40 besar urutan stres kerja bagi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pakuhaji. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain yang digunakan cross-sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pakuhaji menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 55 responden. Hasil analisa univariat mayoritas perawat memiliki budaya organisasi cukup baik sebanyak 36 responden (65.5%) dan mayoritas tingkat stres kerja berada pada kategori stres berat sebanyak 30 responden (54.5%). Hasil uji statistik chi-square menunjukkan nilai p.value=0,000 dengan nilai normal α<0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Pakuhaji. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan yang mendukung kesejahteraan perawat dan tenaga kesehatan serta mengembangkan strategi penguatan budaya organisasi untuk menghadapi stres kerja.                                                                                    Kata Kunci: Budaya Organisasi; Stres Kerja; Perawat Pelaksana; Rumah Sakit.