Radhika Naufal Ariq
Universitas Mangku Wiyata, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Sebagai Penguatan Karakter Peserta Didik di SD: Kajian Literatur Sistematis Oktavia Djalianingsih; Radhika Naufal Ariq; Puri Maharani; Salsa Fayza Azahra; Febi Putri Utami; Fahmie Firmansyah
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Vol. 6 No. 2 (2026): The International Journal of Education, Social Studies, and Management (IJESSM)
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v6i2.1080

Abstract

Pendidikan karakter menjadi salah satu aspek penting dalam Kurikulum Merdeka yang direalisasikan melalui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Beragam studi telah mengulas tentang penerapan P5 di tingkat sekolah dasar, tetapi kajian yang mengumpulkan hasil-hasil penelitian secara menyeluruh masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai langkah untuk memperkuat karakter siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan sistem Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari 15 artikel jurnal nasional yang diterbitkan antara tahun 2021–2025 melalui Google Scholar, Garuda, dan jurnal nasional terakreditasi. Artikel-artikel tersebut ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk menemukan kesamaan, perbedaan, dan sinergi dari hasil penelitian. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 memberi efek positif pada penguatan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yang meliputi iman, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak yang baik, keberagaman global, kerja sama, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas. Lebih jauh, P5 dapat meningkatkan skill abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, tanggung jawab, dan pemecahan masalah melalui pembelajaran berbasis proyek yang relevan dan berorientasi pada siswa. Namun, pelaksanaan P5 menghadapi sejumlah tantangan, seperti pemahaman guru yang masih terbatas, minimnya dukungan orang tua, serta kurangnya sarana dan prasarana. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah sangat diperlukan agar implementasi P5 dapat berjalan secara maksimal dalam mendukung penguatan karakter siswa di sekolah dasar.