Dian Alfia Purwandari
Manajemen Lingkungan, Universitas Negeri Jakarta, Jl. R.Mangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 13220

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MICROSITE KEPADA GURU DI SEKOLAH KECAMATAN JONGGOL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Kencana Verawati; Dadang Suyadi S; Dian Alfia Purwandari; Farhanah Farhanah; Feri Karyadi; Azkiya Nurramadhani Prasetyo
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v4i3.2096

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan pembuatan dan pengelolaan microsite sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan latar belakang minimnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar-mengajar di sekolah mitra, program ini memberikan solusi berupa pelatihan teknis, pendampingan, dan penerapan microsite guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga mendukung kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi. Luaran yang diharapkan mencakup peningkatan keterampilan guru, akses pembelajaran yang lebih fleksibel, dan publikasi ilmiah terkait. Program ini dijalankan melalui berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga evaluasi keberlanjutan. Metode dalam analisis data menggunakan Pre Test dan Post Test dengan menggunakan software SPSS. Guru yang mengikuti pelatihan microsite ini sebanyak 30 guru di SMA Plus Putra Melati. Hasil olah data diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan Guru dalam penggunaan microsite. Nilai pre test diperoleh rata-rata 55, sedangkan nilai post test diperoleh rata-rata 86,33. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi selisih yang meningkat mencapat 31,33, hal ini bagus untuk penggunaan microsite dalam pembelajaran.
ANALISIS TINGKAT OKUPANSI DAN PREFERENSI PENGGUNA JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI PELABUHAN MERAK (BANTEN) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN TRANSPORTASI Kencana Verawati; Henita Rahmayanti; Dian Alfia Purwandari; Dadang Suyadi S; Anthony Costa; Farasabila Angeli Purnomo; Monica Wulandari
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.59382

Abstract

Tidak seimbangnya antara jumlah kapal yang beroperasi dengan permintaan penyeberangan akan mempengaruhi okupansi kapal, selain itu ketersediaan dan efisiensi penggunaan dermaga juga menjadi faktor penting, dermaga harus mampu menangani frekuensi kapal tanpa menimbulkan kemacetan dan keterlambatan, terutama dengan adanya dua pilihan kelas pelayanan yaitu eksekutif dan reguler. Penelitian ini menerapkan metode analisis statistic dan deskriptif dengan memanfaatkan model diagram radar. Melalui penggunaan diagram radar, dimensi- dimensi yang paling berpengaruh dalam membentuk preferensi responden dapat diidentifikasi. Mendapatkan nilai okupansi kapal dan dermaga penyeberangan Merak – Bakuheni, perlu dihitung menggunakan rumus load factor dan rumus BOR (Berth Occupancy Ratio). Berdasarkan hasil diperoleh, dimensi pembentuk preferensi untuk responden kelas eksekutif adalah kualitas layanan dan untuk kelas reguler adalah biaya perjalanan. Kapal eksekutif dengan tingkat okupasni paling tinggi ada pada kapal SEBUKU yaitu 88% dan paling rendah ada pada kapal JATRA III sebesar 4%. Kapal reguler yaitu kapal WINDU KARSA merupakan kapal dengan tingkat okupansi paling tinggi yaitu 180% dan kapal PANORAMA NUSANTARA paling rendah yaitu 6%. Penggunaan dermaga eksekutif sudah mencapai 91% sehingga perlu dilakukan penambahan jumlah dermaga khusus untuk eksekutif. Tingkat okupansi kapal eksekutif dan kapal reguler tidak merata, terdapat kapal yang memiliki okupansi rendah dan ada pula kapal yang overload. dermaga eksekutif perlu dilakukan pengembangan atau penambahan dikarenakan sudah melebihi angka ideal.