Literasi digital merupakan kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi melalui teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab. Pada remaja, tingginya penggunaan media digital dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan risiko psikologis, antara lain information overload, perbandingan sosial, paparan misinformasi, cyberbullying, dan penggunaan media sosial yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi digital dengan kesehatan mental remaja di Kelurahan Sukun, Kota Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 162 remaja usia 17–20 tahun yang dipilih dengan proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Literasi Digital dan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa 84,6% responden memiliki literasi digital tinggi dan 72,2% tidak berisiko mengalami masalah kesehatan mental. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan yang signifikan antara literasi digital dan kesehatan mental dengan p = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi digital, semakin rendah risiko masalah kesehatan mental. Namun, kekuatan hubungan dilaporkan lemah sehingga literasi digital bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan mental remaja. Penguatan literasi digital perlu disertai dukungan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.