Zulda Musyarifah
Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP. Dr. M. Djamil Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diagnosis dan Tatalaksana Squamous Cell Carcinoma Lidah Stadium Dini Fitri Sakinah; Sukri Rahman; Zulda Musyarifah
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.90

Abstract

Latar Belakang: Squamous Cell Carcinoma (SCC) lidah merupakan salah satu keganasan tersering di rongga mulut. Bersifat agresif dengan prognosis yang bervariasi. Meskipun permukaan lidah dapat diperiksa secara langsung, banyak kasus terdiagnosis pada stadium lanjut. Secara global, SCC lidah menyumbang bagian signifikan dari kanker rongga mulut dan memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Secara klinis, kanker lidah bermanifestasi sebagai lesi ulseratif atau infiltratif yang sering menyerupai kelainan jinak sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Laporan Kasus: Telah dilaporkan satu kasus SCC lidah stadium I (T1N0M0) pada seorang perempuan berusia 55 tahun, dilakukan tindakan partial glossectomy kemudian dilanjutkan pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvan pada pasien tersebut. Kesimpulan: Tujuan pengobatan Oral Cavity Squamous Cell Carcinoma (OCSCC) adalah penyembuhan kanker, memulihkan fungsi dasar seperti berbicara dan menelan, minimalisasi efek samping, serta memperhitungkan risiko kekambuhan. Pembedahan merupakan terapi utama pada kasus SCC lidah stadium dini (T1/T2N0M0). Pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvant didasarkan pada hasil batas sayatan pembedahan yang positif atau tipis/dekat (kurang dari 5 mm), invasi perineural, perivaskular serta adanya nodul okulta.
Papiloma Sel Skuamosa pada Kanalis Akustikus Eksterna: Kasus Jarang Charla Syafefi; Rossy Rosalinda; Zulda Musyarifah
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.94

Abstract

Latar Belakang: Papiloma sel skuamosa pada kanalis akustikus eksterna adalah tumor jinak yang jarang terjadi. Papiloma sel skuamosa disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan umumnya terjadi tanpa gejala. Diagnosis yang tepat dan akurat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil terapi yang memuaskan. Penatalaksanaan yang menjadi pilihan adalah dengan eksisi komplit tumor. Terapi ini dipilih untuk mencegah kekambuhan dari papiloma sel skuamosa. Laporan Kasus: Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di telinga kanan. Benjolan baru disadari saat melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Keluhan disertai dengan rasa penuh pada telinga. Tidak ada keluhan lain seperti telinga berair, penurunan pendengaran ataupun nyeri pada telinga. Pasien didiagnosis dengan tumor pada liang telinga kanan dan dilakukan biopsi sebelum tindakan operasi dengan hasil papiloma sel skuamosa. Pasien ditatalaksana dengan tindakan eksisi bedah komplit dalam anestesi umum. Setelah 2 bulan operasi tidak ada kekambuhan pada pasien. Pasien dipantau berkala untuk menilai terjadinya rekurensi. Kesimpulan: Papiloma sel skuamosa pada kanalis akustikus eksterna adalah kasus yang jarang terjadi. Tindakan eksisi bedah diperlukan untuk tatalaksana dan pemantauan berkala untuk mencegah terjadinya rekurensi.