Latar Belakang: Squamous Cell Carcinoma (SCC) lidah merupakan salah satu keganasan tersering di rongga mulut. Bersifat agresif dengan prognosis yang bervariasi. Meskipun permukaan lidah dapat diperiksa secara langsung, banyak kasus terdiagnosis pada stadium lanjut. Secara global, SCC lidah menyumbang bagian signifikan dari kanker rongga mulut dan memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Secara klinis, kanker lidah bermanifestasi sebagai lesi ulseratif atau infiltratif yang sering menyerupai kelainan jinak sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Laporan Kasus: Telah dilaporkan satu kasus SCC lidah stadium I (T1N0M0) pada seorang perempuan berusia 55 tahun, dilakukan tindakan partial glossectomy kemudian dilanjutkan pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvan pada pasien tersebut. Kesimpulan: Tujuan pengobatan Oral Cavity Squamous Cell Carcinoma (OCSCC) adalah penyembuhan kanker, memulihkan fungsi dasar seperti berbicara dan menelan, minimalisasi efek samping, serta memperhitungkan risiko kekambuhan. Pembedahan merupakan terapi utama pada kasus SCC lidah stadium dini (T1/T2N0M0). Pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvant didasarkan pada hasil batas sayatan pembedahan yang positif atau tipis/dekat (kurang dari 5 mm), invasi perineural, perivaskular serta adanya nodul okulta.
Copyrights © 2025