Indah Syakira Safitri
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN ONLINE (SILAMO) DI KANTOR DESA LABUHAN SUMBAWA KECAMATAN LABUHAN BADAS Donny Wijaya; Indah Syakira Safitri; Muslim Muslim
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2442

Abstract

Penerapan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi kependudukan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Online (SILAMO) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumbawa untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SILAMO di Kantor Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SILAMO di Kantor Desa Labuhan Sumbawa telah berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam hal kemudahan akses, efisiensi waktu, dan biaya. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan internet, kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem, serta sosialisasi yang belum optimal kepada masyarakat. Faktor pendukung penerapan SILAMO meliputi komitmen pemerintah desa dan dukungan dari Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan perangkat keras, gangguan jaringan, dan rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur jaringan, pelatihan berkelanjutan bagi operator desa, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat.