Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERILAKU PEMILIH DALAM MENENTUKAN PILIHAN PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2024 Sri Nurhidayati; Andi Ferdiansyah; Donny Wijaya
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2263

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat kabupaten merupakan manifestasi penting dari proses demokrasi lokal, di mana partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpin daerah menjadi indikator kualitas demokrasi itu sendiri. Penelitian ini mengkaji perilaku pemilih pada Pilkada Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 dengan fokus pada dua pertanyaan utama, yaitu bagaimana pola perilaku pemilih dalam menentukan pilihan politik dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keputusan mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk perilaku pemilih serta mengidentifikasi faktor determinan yang memengaruhi preferensi politik masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai motivasi, pertimbangan, dan kecenderungan pemilih. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilih dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya, dari sekitar 81 persen menjadi 72 persen, yang menandakan adanya tantangan serius dalam keterlibatan politik masyarakat. Secara substantif, perilaku pemilih dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor sosiologis, psikologis, emosional, dan pragmatis. Sebagian besar pemilih menunjukkan kecenderungan rasional dengan mempertimbangkan visi-misi, rekam jejak, dan integritas calon. Namun, pengaruh keluarga, tokoh masyarakat, serta kedekatan emosional masih dominan, terutama pada kelompok pemilih dewasa dan lansia. Fenomena politik uang juga ditemukan, terutama di wilayah dengan kondisi ekonomi rendah, meskipun dinilai negatif oleh sebagian besar responden. Di sisi lain, media sosial berperan signifikan dalam membentuk preferensi politik pemilih muda. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta praktik kampanye yang etis guna memperkuat kualitas partisipasi politik masyarakat dan mendorong terbentuknya perilaku pemilih yang lebih rasional dan bertanggung jawab.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) BAGI MASYARAKAT DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR Muhammad Salahuddin; Rani Arya Afriani; Donny Wijaya
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2266

Abstract

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan secara lebih layak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program BPNT di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Poto tergolong cukup efektif. Pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyaluran bantuan dapat dikatakan baik karena adanya sosialisasi yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah desa serta pihak terkait. Program ini juga dinilai telah mencapai tujuannya, dimana masyarakat penerima manfaat merasakan dampak positif berupa berkurangnya beban pengeluaran untuk kebutuhan pangan, serta meningkatnya kualitas nutrisi keluarga akibat akses terhadap bahan pangan yang lebih beragam dan terjangkau. Meskipun demikian, pelaksanaan program BPNT di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi efektivitas penyaluran bantuan. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain validasi data penerima manfaat yang belum optimal sehingga berpotensi menyebabkan ketidaktepatan sasaran, serta keterlambatan penyaluran bantuan yang seharusnya dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Kendala-kendala tersebut menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi, perbaikan pendataan, serta penguatan mekanisme penyaluran agar program BPNT dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN ONLINE (SILAMO) DI KANTOR DESA LABUHAN SUMBAWA KECAMATAN LABUHAN BADAS Donny Wijaya; Indah Syakira Safitri; Muslim Muslim
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2442

Abstract

Penerapan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi kependudukan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Online (SILAMO) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumbawa untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SILAMO di Kantor Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SILAMO di Kantor Desa Labuhan Sumbawa telah berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam hal kemudahan akses, efisiensi waktu, dan biaya. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan internet, kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem, serta sosialisasi yang belum optimal kepada masyarakat. Faktor pendukung penerapan SILAMO meliputi komitmen pemerintah desa dan dukungan dari Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan perangkat keras, gangguan jaringan, dan rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur jaringan, pelatihan berkelanjutan bagi operator desa, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat.
KINERJA KELOMPOK PENYELENGGARAAN PEMUNGUTAN SUARA (KPPS) DALAM PEMILIHAN BUPATI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2024 (Studi Kasus di TPS 1 Kelurahan Bugis) Ade Sujastiawan; Bagus Dwi Juniansyah; Donny Wijaya
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2447

Abstract

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) merupakan ujung tombak pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Kinerja KPPS sangat menentukan kualitas dan integritas proses demokrasi di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KPPS dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 di TPS 1 Kelurahan Bugis serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPPS di TPS 1 Kelurahan Bugis secara umum telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh KPU. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu persiapan, kurangnya pemahaman sebagian anggota KPPS terhadap prosedur teknis, serta kendala logistik seperti ketersediaan alat dan bahan. Faktor pendukung kinerja KPPS meliputi komitmen dan dedikasi anggota, koordinasi yang baik antar anggota, serta dukungan dari KPU dan masyarakat. Faktor penghambatnya adalah beban kerja yang tinggi, tekanan dari pihak-pihak tertentu, dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pelatihan KPPS, perbaikan sistem rekrutmen, serta penguatan pengawasan dan pendampingan selama pelaksanaan tugas.
STRATEGI DINAS KOMUNIKASI INFORMASI STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN SUMBAWA DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN JUDI ONLINE Muslim Muslim; Joey Prayudha; Donny Wijaya
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2455

Abstract

Judi online telah menjadi ancaman serius di era digital, tidak terkecuali di Kabupaten Sumbawa. Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pemberantasan judi online melalui pengawasan konten digital dan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Sumbawa dalam upaya pencegahan dan pemberantasan judi online serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Diskominfo Kabupaten Sumbawa mencakup tiga pilar utama: (1) pengawasan dan pemblokiran konten judi online melalui sistem monitoring digital; (2) literasi digital dan sosialisasi bahaya judi online kepada masyarakat; (3) koordinasi dengan aparat penegak hukum dan platform digital. Faktor pendukung strategi meliputi regulasi yang jelas, komitmen pimpinan, dan kerjasama lintas sektor. Sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, rendahnya kesadaran masyarakat, serta maraknya situs judi online yang terus bermunculan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM bidang keamanan siber, pengembangan sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, peningkatan literasi digital masyarakat, serta penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap pelaku judi online.