p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Utama Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KELAPA PADA UD. SERUNDENG MENGGUNAKAN METODE EQONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PEMATANG DOLOK KAHEAN KECAMATANT APIAN DOLOK Kimberly F. K; Bonar Harahap; Dirga Permana
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 3 (2026): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i3.14117

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk sektor pangan olahan berbasis hasil perkebunan. UD. Serundeng sebagai salah satu UMKM di Kabupaten Simalungun mengalami kendala dalam pengendalian persediaan bahan baku kelapa, seperti keterlambatan pasokan, penumpukan bahan, dan tidak adanya perhitungan pemesanan yang optimal sehingga menimbulkan inefisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sistem persediaan aktual, menghitung jumlah pemesanan ekonomis (Economic Order Quantity/EOQ), serta menentukan cadangan pengaman (safety stock) dan titik pemesanan kembali (reorder point) pada UD. Serundeng. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model EOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem aktual dengan frekuensi pemesanan 36 kali per tahun menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp41.734.620. Melalui metode EOQ diperoleh jumlah pemesanan optimal sebesar 17.515 kg dengan frekuensi 20 kali per tahun, safety stock 1.761 kg, reorder point 18.373 kg, maksimum persediaan 19.276 kg, dan total biaya persediaan sebesar Rp19.966.940 per tahun. Penerapan metode EOQ terbukti mampu menekan biaya persediaan sebesar 52,2% dibandingkan sistem aktual, sekaligus mengurangi risiko kehabisan maupun kelebihan bahan baku. Dengan demikian, penerapan EOQ dapat menjadi acuan kebijakan manajerial dalam pengendalian persediaan bahan baku secara lebih efisien dan berkelanjutan di UD. Serundeng.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN MODEL SCOR STUDI KASUS : DESA KANAL KECAMATAN BANGKO PUSAKO KABUPATEN ROKAN HILIR Mahrani Arfah; Bonar Harahap; Rikky Hermawan
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok kelapa sawit di Desa Kanal, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir dengan menggunakan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Permasalahan utama dalam rantai pasok di wilayah ini melibatkan ketidaktepatan waktu pengiriman, fluktuasi pasokan, kualitas TBS yang bervariasi, serta koordinasi yang belum optimal antara petani, agen, ramp, dan pabrik. Penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dan observasi, kepada pelaku rantai pasok. Data dianalisis berdasarkan lima dimensi utama SCOR, yaitu reliability, responsiveness, flexibility, cost, dan asset management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reliability masih rendah dengan nilai Delivery Performance 50%, Fill Rate 46,3%, dan Perfect Order Fulfillment hanya 35,7%. Responsiveness dan flexibility juga belum optimal dengan Order Fulfillment Cycle Time 9,75 jam dan waktu penyesuaian pasokan 2,75 hari. Sebaliknya, dimensi cost dan asset management menunjukkan hasil baik dengan biaya operasional 4,41% dan utilisasi kapasitas pabrik sebesar 86,43%. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem informasi, pemberdayaan petani, serta optimalisasi distribusi dan fleksibilitas sebagai strategi perbaikan rantai pasok. Pendekatan SCOR terbukti efektif dalam mengidentifikasi kelemahan dan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan sistem distribusi secara menyeluruh.