Bioplastik berbasis pati biji karet memiliki potensi sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan plastik konvensional, namun karakter fisik, mekanik, dan degradasinya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan selulosa tongkol jagung, polivinil alkohol (PVA), dan zink oksida (ZnO) terhadap sifat fisik, mekanik, dan proses biodegradasi bioplastik. Metode penelitian meliputi pembuatan bioplastik dengan beberapa variasi formulasi, diikuti pengujian karakteristik fisik, kekuatan mekanik, dan uji biodegradasi secara anaerob selama 15 hari. Pengamatan morfologi dilakukan melalui perubahan visual seperti kerusakan struktur, dan pertumbuhan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan tambahan memberikan pengaruh signifikan terhadap performa bioplastik. Variasi C2 menghasilkan sifat fisik dan mekanik terbaik dengan ketebalan merata, fleksibilitas lebih tinggi, serta kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya. Pada uji biodegradasi, bioplastik mengalami laju dekomposisi cepat, ditandai kehilangan bobot 12,95% pada hari ke-5 dan semakin meningkat hingga hari ke-15. Perubahan warna menjadi kuning, robekan pada struktur, serta pertumbuhan jamur mengindikasikan aktivitas mikroorganisme yang intens terhadap material. Kesimpulannya, penambahan selulosa, PVA, dan ZnO terbukti mampu meningkatkan kualitas bioplastik berbasis pati biji karet tanpa menghambat proses degradasinya. Formulasi C2 direkomendasikan sebagai komposisi optimal untuk pengembangan bioplastik ramah lingkungan dengan performa mekanik yang baik dan kemampuan biodegradasi yang cepat.