Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nutrition Education For Pregnant Women to Reduce Anemia and Accelerate the Reduction of Stunting in Toddlers Aritonang, Evawany Yunita; T.Sabrina; Lubis, Satia Negara; Manalu, Sarah Patumona; Yasmine Anggia Sari; T.Calysta Mauditrice; Ginting, Aisyah Amira
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.744

Abstract

Anemia and stunting are significant public health issues that require immediate attention to prevent adverse impacts on maternal and child health, as well as the overall quality of human resources. One of the leading causes of maternal mortality is iron deficiency anemia, often compounded by inadequate antenatal care (ANC). In addition, poor maternal nutritional status negatively affects pregnancy outcomes, such as low birth weight, and hinders optimal growth and development in infants—factors that contribute to the risk of stunting. In both Indonesia and Vietnam, the prevalence of anemia among pregnant women remains high, ranging between 30–40%. Similarly, the prevalence of stunting in both countries is also elevated, estimated at 20–30%. Given this situation, early intervention through nutrition education for pregnant women is crucial to improve dietary patterns that meet balanced nutritional needs. Moreover, monitoring antenatal care practices is necessary to assess the level of compliance and ensure proper pregnancy management. This community engagement activity involves collaboration with health workers from the sub-health centers (Puskesmas Pembantu) in Medan, Indonesia, and Hanoi, Vietnam, as local partners. It is expected that by empowering pregnant women through nutrition education, maternal nutritional status can be improved, thereby contributing to the fulfillment of the First 1,000 Days of Life (HPK) nutrition framework and ultimately supporting efforts to prevent stunting.
KOMPOSIT BIOPLASTIK BERBASIS PATI BIJI KARET RAMAH LINGKUNGAN YANG MENGGABUNGKAN SELULOSA TONGKOL JAGUNG, POLIVINIL ALKOHOL, DAN SENG OKSIDA Fiana Nurannisa Harahap; Netti Herlina; Adri Huda; Sarah Patumona Manalu; Yasmine Anggia Sari
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 3 (2026): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i3.14121

Abstract

Bioplastik berbasis pati biji karet memiliki potensi sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan plastik konvensional, namun karakter fisik, mekanik, dan degradasinya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan selulosa tongkol jagung, polivinil alkohol (PVA), dan zink oksida (ZnO) terhadap sifat fisik, mekanik, dan proses biodegradasi bioplastik. Metode penelitian meliputi pembuatan bioplastik dengan beberapa variasi formulasi, diikuti pengujian karakteristik fisik, kekuatan mekanik, dan uji biodegradasi secara anaerob selama 15 hari. Pengamatan morfologi dilakukan melalui perubahan visual seperti kerusakan struktur, dan pertumbuhan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan tambahan memberikan pengaruh signifikan terhadap performa bioplastik. Variasi C2 menghasilkan sifat fisik dan mekanik terbaik dengan ketebalan merata, fleksibilitas lebih tinggi, serta kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya. Pada uji biodegradasi, bioplastik mengalami laju dekomposisi cepat, ditandai kehilangan bobot 12,95% pada hari ke-5 dan semakin meningkat hingga hari ke-15. Perubahan warna menjadi kuning, robekan pada struktur, serta pertumbuhan jamur mengindikasikan aktivitas mikroorganisme yang intens terhadap material. Kesimpulannya, penambahan selulosa, PVA, dan ZnO terbukti mampu meningkatkan kualitas bioplastik berbasis pati biji karet tanpa menghambat proses degradasinya. Formulasi C2 direkomendasikan sebagai komposisi optimal untuk pengembangan bioplastik ramah lingkungan dengan performa mekanik yang baik dan kemampuan biodegradasi yang cepat.