p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Citizenship
Moh. Maskurudin Hafid
Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Paradigmatik Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023: Pertarungan Idealisme, Realisme, dan Interdependensi Hukum dan Politik Moh. Maskurudin Hafid
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i1.560

Abstract

Penelitian ini menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XXI/2023 sebagai studi kasus krusial yang merefleksikan pertarungan antara hukum dan politik dalam demokrasi Indonesia. Dengan menggunakan kerangka teoretis tiga paradigma—idealisme, realisme, dan interdependensi—penelitian ini membedah bagaimana norma hukum mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden, yang semula merepresentasikan kepastian hukum (rechtssicherheit) dalam kerangka idealis, diproses melalui mekanisme interdependen berupa judicial review. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun prosesnya bersifat yudisial, substansi putusan akhir secara dominan dikendalikan oleh paradigma realis, di mana hukum berfungsi sebagai instrumen untuk melegitimasi kepentingan politik. Klaim bahwa putusan ini merupakan penemuan hukum (rechtsvinding) yang murni terbukti tidak dapat dipertahankan, mengingat kuatnya bukti-bukti eksternal seperti konteks politik, kejanggalan prosedural yang dikonfirmasi oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi, serta amar putusan yang sangat spesifik. Kesimpulannya, dominasi realisme politik dalam putusan ini secara serius telah mengikis kepercayaan publik terhadap independensi yudikatif dan menegaskan kerentanan supremasi hukum di hadapan intervensi kekuasaan.
Transformasi Sosial dan Adaptasi Hukum: Analisis Sosiologis atas Dinamika Hubungan Hukum dan Perubahan Sosial di Indonesia Moh. Maskurudin Hafid
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan dialektis antara hukum dan perubahan sosial dalam kerangka sosiologi hukum, dengan menekankan bagaimana sistem hukum tidak hanya membentuk tetapi juga dibentuk oleh dinamika sosial yang terus berkembang di Indonesia. Berlandaskan teori klasik Max Weber dan Émile Durkheim serta pemikiran hukum progresif Soerjono Soekanto dan Satjipto Rahardjo, penelitian ini menegaskan bahwa hukum berfungsi sebagai produk nilai sosial sekaligus agen perubahan. Analisis menunjukkan bahwa transformasi hukum dipengaruhi oleh tiga faktor utama: faktor internal berupa nilai budaya dan kesadaran hukum masyarakat; faktor eksternal seperti globalisasi, digitalisasi, dan tekanan ekonomi-politik global; serta peran sinergis lembaga legislatif, peradilan, akademisi, dan masyarakat sipil. Melalui pendekatan komparatif dan analisis kritis, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara law in books dan law in action, yang menuntut hadirnya hukum progresif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan substantif. Hasil kajian menegaskan bahwa evolusi hukum Indonesia merupakan proses rasionalisasi, solidaritas sosial, dan rekonstruksi etis yang berkelanjutan, sehingga reformasi hukum yang berkelanjutan perlu mengintegrasikan dimensi rasional, moral, dan kultural agar mampu menjaga keadilan dan kedaulatan hukum di tengah transformasi global.