Nadia Putri Naya
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Perlindungan Saksi dan Korban Terhadap Keberanian Masyarakat Melapor Tindak Pidana Kekerasan Berat Putri Ramadhani Rangkuti; Melia Dwi Hasanah; Nazwa Bunga Rezki Perdana Lubis; Nadia Putri Naya; Rizka Arifah
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 1 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18097160

Abstract

Protection for witnesses and victims is a crucial component of the criminal justice system, particularly in cases involving serious violent crimes that often cause trauma, fear, and potential threats to those who report them. This study aims to analyze the influence of witness and victim protection on the willingness of the public to report serious acts of violence. Using a socio-legal approach, the study examines relevant legislation, empirical data, and supporting literature. The findings indicate that public willingness to report crimes is strongly affected by the availability of physical security, confidentiality of identity, legal assistance, and psychological support. Inadequate, inaccessible, or unresponsive protection mechanisms tend to reduce the courage of individuals to disclose incidents. Conversely, comprehensive and well-implemented protection measures enhance public participation, facilitate law enforcement processes, and strengthen the prevention of serious violent crimes. These results highlight the importance of optimizing witness and victim protection institutions through improved coordination, adequate resources, and broader public outreach so that individuals feel safe and confident when reporting criminal acts.
Sanski Bagi Pelaku Permainan Lotre “Taktik Bom” Dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Nadia Putri Naya; Imam Yazid
Jurnal Legalitas (JLE) Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pertiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58819/jle.v4i2.269

Abstract

Perkembangan praktik perjudian dalam masyarakat mengalami transformasi dalam berbagai bentuk yang lebih sederhana dan terselubung, salah satunya melalui permainan lotre berbasis kartu gosok yang dikenal dengan istilah “Taktik Bom”. Permainan tersebut menimbulkan persoalan hukum karena dikemas sebagai hiburan masyarakat, namun di dalam mekanismenya terdapat unsur pembayaran, ketidakpastian hasil, serta kemungkinan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian berdasarkan faktor keberuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum permainan lotre “Taktik Bom” sebagai bentuk maisir serta merumuskan konsep sanksi terhadap pelakunya dalam perspektif hukum pidana Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Sumber data penelitian berasal dari Al-Qur’an, hadis, literatur fiqh jinayah, kitab-kitab hukum Islam, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tindak pidana perjudian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan “Taktik Bom” memenuhi unsur-unsur maisir, yaitu adanya pertaruhan harta (mukhāṭarah), perpindahan keuntungan yang bersumber dari kerugian pihak lain (ghunmun wa ghurmun), serta dominasi unsur spekulasi dan ketidakpastian (gharar jasim). Oleh karena itu, permainan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk transaksi komersial biasa, melainkan termasuk aktivitas perjudian yang dilarang dalam hukum Islam. Dalam perspektif hukum pidana Islam, pelaku permainan “Taktik Bom” tidak dikenai sanksi hudud, melainkan termasuk kategori jarimah ta’zir yang penetapan bentuk dan kadar hukumannya diserahkan kepada kewenangan ulil amri atau hakim dengan mempertimbangkan tingkat kemudaratan dan tujuan maqashid al-syari‘ah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas kajian fiqh jinayah terhadap fenomena perjudian mikro yang berkembang dalam masyarakat serta menawarkan pendekatan hukum yang bersifat preventif dan maslahat dalam penanggulangannya