Meskipun studi terdahulu telah mendokumentasikan tingginya tingkat kesalahan mahasiswa pada materi sistem bilangan riil, terdapat kesenjangan empiris yang signifikan mengenai mekanisme kognitif dan faktor kausal yang memicu persistensi miskonsepsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam diskrepansi antara concept image dan concept definition serta merumuskan hubungan antara faktor internal, eksternal, dan pembentukan hambatan kognitif pada calon guru matematika. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan 26 mahasiswa semester pertama, dengan tiga subjek dipilih secara purposive berdasarkan tingkat kesalahan tertinggi untuk wawancara mendalam dan observasi. Analisis data mengadaptasi model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui triangulasi metode. Temuan menunjukkan bahwa 100% subjek mengalami kesulitan pada sifat aljabar dan 96% pada translasi notasi interval. Kesalahan konsep mendominasi akibat kegagalan membedakan klasifikasi bilangan dengan sifat operasi, sementara kesalahan prosedur terjadi karena dominasi pemahaman instrumental tanpa landasan relasional. Hambatan ini dipertahankan oleh kolaborasi antara lemahnya kemampuan berpikir abstrak sebagai faktor internal dan minimnya scaffolding visual dari metode perkuliahan sebagai faktor eksternal. Secara teoretis, studi ini menawarkan pemahaman baru mengenai bagaimana diskrepansi concept image-concept definition berkolaborasi dengan faktor eksternal dalam mempertahankan miskonsepsi. Secara analitis, temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi perkuliahan harus secara eksplisit merekayasa scaffolding visual untuk menjembatani struktur kognitif mahasiswa yang terfragmentasi, alih-alih sekadar menyampaikan definisi formal.