Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kesadaran Hak Cipta Karya Pembelajaran Bagi Guru di Kota Tegal melalui Katalogisasi dan Digitalisasi Tommi Yuniawan; Meina Febriani; Rio Anugrah Rizkiansyah; Ning Imas Ati; Desyfa Cahya Aina; Muhammad Farchan Muntaha
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i1.22688

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan karya inovatif pembelajaran berbasis digital yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa. Sasaran program ini adalah para guru di Kota Tegal yang memiliki potensi besar namun menghadapi kendala dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan era digital. Dengan demikian SMP 1 Tegal sangat cocok sebagai mitra UNNES untuk memperluas jejaring tridarma perguruan tinggi sesuai dengan visi UNNES sebagai PTNBH dan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK). Masalah utama yang dihadapi guru meliputi: (1) kurangnya wawasan terkait pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung inovasi pembelajaran, (2) minimnya pemahaman tentang mekanisme perlindungan hak cipta atas karya pembelajaran, dan (3) terbatasnya akses ke pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan profesional.Program ini mengusung metode pelaksanaan berbasis partisipatif, meliputi pelatihan, pendampingan teknis, dan penyusunan karya inovatif. Guru dibimbing untuk menciptakan berbagai bentuk media pembelajaran, seperti modul digital interaktif, video pembelajaran, atau presentasi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, program juga mengintegrasikan sesi pendampingan untuk membantu guru dalam proses pendaftaran hak cipta di Kemenkumham sehingga karya inovatif mereka mendapatkan perlindungan hukum sekaligus dapat digunakan untuk keperluan kenaikan angka kredit. Untuk menjaga keberlanjutan program, tim pengabdi merencanakan pendampingan lanjutan berupa klinik hak cipta dan inovasi pembelajaran yang dilakukan secara berkala, baik secara luring maupun daring. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhenti pada peningkatan kompetensi individual, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Tegal.
The Discursive Contradiction between Government Legitimacy and Labor Resistance: An Analysis of Fairclough's Critical Discourse on Two Perspectives of National Apprenticeship News in Kompas.com Desyfa Cahya Aina; Sabrina Al Izzati; Siska Rakhmawati
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v15i2.46986

Abstract

This study aims to uncover the ideological dynamics and power relations in Kompas.com news about the National Apprenticeship Program using the Norman Fairclough model of Critical Discourse Analysis (CDA). The focus of the study is directed at two news texts that display the contradiction of representation between the legitimacy of the government and the resistance of labor unions, namely "Deputy Minister of Labor Calls Internship Program a Golden Bridge to the World of Work" (November 4, 2025) and "Trade Union Regarding the Ministry of Labor's Internship Program: Insulting Undergraduate Graduates" (October 14, 2025). The research method of this study is qualitative, with three stages of Fairclough's analysis: textual dimensions, discourse practices, and social practices. The results show that the government uses the language of development and modernization to legitimize apprenticeship policies through euphemistic strategies and progressive metaphors. At the same time, trade unions display resistant discourses that emphasize structural inequality and the degradation of workers' dignity. This contradiction of meaning confirms that the media has become an arena of hegemony that articulates and negotiates power. Through this study, critical discourse analysis can be seen as an important context in identifying the hidden ideologies behind news construction and fostering people's critical literacy of the media's language.