Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modifikasi Bentang Jembatan Surodadi-Madugowong (Suromadu) menggunakan Sistem Rangka Baja Warenn Truss Hafiz Wira Adyatma; Mochamad Solikin
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan sarana transportasi yang sangat penting dalam kegiatan sehari-hari manusia. Jembatan adalah sebuah bangunan infrastruktur yang berfungsi untuk menghubungkan antara dua ruas jalan yang terputus akibat sebuah halangan geografis. Struktur rangka baja biasanya terdiri dari batang-batang baja yang disusun sedemikian rupa untuk membentuk pola truss (rangka) yang memberikan kestabilan dan kemampuan menahan beban yang efektif. Perencanaan jembatan rangka baja Warenn Truss harus di dasarkan terhadap pertaturan pemerintah SNI 1725:2016, dan SNI 1729:2020. Salah satu jembatan Rangka Baja di Kabupaten Batang adalah Jembatan Suromadu, Jembatan Suromadu sendiri merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan antara Desa Surodadi dengan Desa Maduguwong. Pada sisi Abutment Jembatan Suromadu terdapat banyak timbunan tanah dikarenakan bentang jembatan tidak di optimalkan hingga ke sisi tebing, Maka dari itu tugas akhir ini disusun dalam rangka perencanaan perpanjangan jembatan rangka dengan desain warenn truss menggunakan bahan baja.
IMPLEMENTASI SEKOLAH TANGGUH BENCANA GEMPA BUMI PADA MI MUHAMMADIYAH PK KATEGUHAN, KECAMATAN SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH Annisa Fathi Yakan; Alya Maharani; Mentari Putri Maharani; Hafiz Wira Adyatma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki potensi terdampak bencana gempa bumi. Kabupaten Boyolali memiliki risiko sedang akan bencana gempa bumi. Tingkat kerentanan bencana gempa bumi pada Kabupaten Boyolali berada pada kategori tinggi dengan kategori kapasitas yang sedang. Suatu daerah perlu meningkatkan kapasitas agar risiko bencana dapat diminimalisir. Salah satu cara dalam meningkatkan kapasitas adalah dengan mengadakan kegiatan sosialisasi sekolah siaga bencana. Sekolah siaga bencana dilakukan dengan tujuan meminimalkan kerentanan yang berasal dari kelompok rentan, yaitu anak – anak sekolah tingkat dasar. Kegiatan pengabdian ini penting dilakukan menimbang MIM PK Kateguhan belum memiliki kegiatan sosialisasi kebencanaan di sekolah.  Kegiatan pengabdian ini terdiri dari pelaksanaan pre-test, sosialisasi mengenai bencana gempa bumi, dan pelaksanaan post-test. Responden pengabdian ini adalah siswa siswi kelas 5 SD yang berjumlah kurang lebih 50 orang. Keberhasilan kegiatan ini dilakukan dengan mengevaluasi pre-test dan post-test yang diberikan. Terjadi kenaikan nilai post test sebesar 17.3% setelah diberikan materi bencana bumi. Hal tersebut menggambarkan bahwa kegiatan pengabdian ini bisa dikategorikan berhasil.Kata Kunci: gempa bumi; sekolah tangguh bencana, sekolah dasar