Meilita Tryana Sembiring
Program Studi Magister Manajemen, Program Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN NATIONAL LOGISTIC ECOSYSTEM (NLE) DI TERMINAL KARGO BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING LOGISTIK NASIONAL Accun Purba; Nazaruddin Nazaruddin; Meilita Tryana Sembiring
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/452ght09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan National Logistic Ecosystem (NLE) di Terminal Kargo Bandar Udara Internasional Kualanamu dalam meningkatkan daya saing logistik nasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode IPA (Importance Performance Analysis). Populasi penelitian ini adalah seluruh pelaku/logistic stakeholders yang terlibat langsung dalam operasional dan pemanfaatan Terminal Kargo Bandar Udara Internasional Kualanamu terkait implementasi kebijakan National Logistic Ecosystem (NLE) sebanyak 218 orang. Metode Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan menggunakan rumus Slovin maka sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 141 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrumen (validitas dan reabilitas), analisis statistik deskriptif dan IPA (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kuadran I terdapat 12 atribut yang harus ditangani/ditingkatkan, pada kuadran II memiliki 3 atribut yang berarti kinerjanya harus di pertahankan. Sedangkan kuadran III memililki 2 atribut yang berarti dapat ditangani jangka panjang. Dan pada kuadran IV memiliki 13 atribut yang berarti berlebihan kinerjanya dan tidak menjadi prioritas utama.
ANALISIS STRATEGI PEMENUHAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT ANGKASA PURA AVIASI BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU Try Utama Budi Siregar; Nazaruddin Nazaruddin; Meilita Tryana Sembiring
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/dxk88p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemenuhan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di PT Angkasa Pura Aviasi, Bandar Udara Internasional Kualanamu, guna mendukung transformasi organisasi dan pencapaian standar bandara kelas dunia. Penelitian ini fokus pada identifikasi kesenjangan kompetensi, pemetaan kompetensi terhadap enam Key Success Factors (KSF) perusahaan, serta penyusunan roadmap strategis pengembangan kapabilitas SDM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari divisi Human Capital, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan beberapa kerangka kerja, termasuk RBV–VRIO, KSAO, dan BANI, untuk menilai nilai, kelangkaan, kesulitan ditiru, serta integrasi organisasi dari kompetensi SDM, sekaligus mengevaluasi keselarasan kapabilitas SDM dengan dinamika industri aviasi yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi operasional SDM, seperti keselamatan, pelayanan, dan operasional bandara, telah terbentuk dengan baik. Namun, kompetensi strategis, termasuk kepemimpinan digital, business acumen, orientasi strategis, dan kolaborasi lintas fungsi, masih berada pada tingkat yang belum optimal. Kesenjangan paling signifikan terdapat pada KSF Technology & Digital Transformation dan Commercial & Business Development, sementara KSF Safety & Security Excellence dan Customer Experience & Service Quality menunjukkan capaian menengah namun masih memerlukan konsistensi. Roadmap pengembangan SDM selama 10 tahun disusun dalam tiga tahap: Foundation (1–3 tahun), Strengthening (4–6 tahun), dan Value Creation (7–10 tahun), untuk mentransformasi kapabilitas operasional menjadi kapabilitas strategis dan kelas dunia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi SDM secara terstruktur merupakan prasyarat penting bagi PT Angkasa Pura Aviasi untuk mencapai standar global, meningkatkan daya saing, serta menghadapi tantangan industri aviasi yang semakin kompleks dan digital.
STRATEGI PENINGKATAN CAPAIAN NILAI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (AKIP) MELALUI IMPLEMENTASI DIGITALISASI ADMINISTRASI PADA SATKER KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA M Adnan Awwab; Emerson Pascawira Sinulingga; Meilita Tryana Sembiring
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4h1w8f50

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi digitalisasi administrasi terhadap proses dan kualitas pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) serta mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan dan strategi pencapaian target 97% satker minimal predikat BB di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen pada 37 satuan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan teknik tematik, SWOT terintegrasi dengan manajemen operasi, diagram fishbone, dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengidentifikasi akar masalah, peluang, dan strategi peningkatan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi melalui sistem SICANA dan SERENATA memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan kualitas output pelaporan. Waktu siklus pelaporan berkurang dari rata-rata 15 hari menjadi 5–7 hari, validasi data dipercepat hingga 70%, dan aktivitas tidak bernilai tambah berkurang drastis. Akurasi data meningkat dari 65% menjadi 92%, keterlambatan pelaporan turun dari 45% menjadi 12%, serta standarisasi format laporan diterapkan pada 85% satker. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepemimpinan dan komitmen pimpinan (35%), kesiapan infrastruktur teknologi (25%), kompetensi dan literasi digital SDM (20%), serta standarisasi proses (20%). Hambatan utama meliputi disparitas literasi digital, ketergantungan pada operator tertentu, keterbatasan infrastruktur, dan budaya kerja manual. Strategi pencapaian target 97% dirumuskan melalui matriks TOWS dan roadmap manajemen operasi dalam tiga fase: fondasi, transformasi proses, dan keunggulan berkelanjutan. Implementasi strategi diproyeksikan meningkatkan efisiensi proses 70%, menurunkan tingkat kesalahan 80%, serta memperkuat budaya digital dan akuntabilitas kinerja. Temuan ini memberikan panduan strategis bagi satuan kerja dalam mempercepat transformasi digital dan mencapai target AKIP secara berkelanjutan.