Roberto Vizcaya Reyes Jr.
Universitas Muhammadiyah Kendari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MEDIASI BANDWAGON EFFECT PADA HUBUNGAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT MEMBELI PRODUK FOTOYU DI KOTA KENDARI Muhammad Sawaluddin; Inayah Abdillah Rabbani; Yuan Swastika; Roberto Vizcaya Reyes Jr.
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/w9gmxd46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap Niat Membeli produk Fotoyu di Kota Kendari dengan Bandwagon Effect sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada masyarakat umum di Kota Kendari yang pernah melihat ulasan atau membeli produk Fotoyu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 126 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Electronic Word of Mouth (eWOM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bandwagon Effect, dan Bandwagon Effect berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Membeli. Namun, eWOM tidak terbukti berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Niat Membeli. Temuan utama penelitian ini mengonfirmasi bahwa Bandwagon Effect memediasi secara penuh (full mediation) hubungan antara Electronic Word of Mouth (eWOM) dan Niat Membeli produk Fotoyu di Kota Kendari. Implikasi dari temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital mampu memaksimalkan penyebaran Electronic Word of Mouth (eWOM) secara luas berpotensi menciptakan Bandwagon Effect yang kuat, sehingga secara efektif mendorong peningkatan niat beli konsumen.
PENGARUH KREDIBILITAS INFLUENCER TERHADAP IMPULSIVE BUYING YANG DI MEDIASI OLEH KETERTARIKAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN DI LIVE STREAMING TIKTOK SHOP Nurhikma Yanti; Inayah Abdillah Rabbani; Muhammad Sofian Maksar; Roberto Vizcaya Reyes Jr.
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cdn50842

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kredibilitas influencer terhadap impulsive buying yang dimediasi oleh ketertarikan konsumen pada live streaming TikTok Shop di Indonesia. Fenomena meningkatnya pembelian spontan dalam ekosistem live streaming commerce mendorong kebutuhan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme psikologis yang menghubungkan kredibilitas influencer dengan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 400 responden pengguna TikTok yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS v4.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying, kredibilitas influencer berpengaruh positif terhadap ketertarikan konsumen, dan ketertarikan konsumen berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. Ketertarikan konsumen terbukti memediasi secara parsial pengaruh kredibilitas influencer terhadap impulsive buying. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model Stimulus–Organism–Response dalam konteks live streaming commerce dan memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran berbasis influencer yang lebih efektif.