Akhfa Auliya Malakiyana
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Pemaknaan Resiliensi pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Santri Berprestasi: Studi Fenomenologi di Pesantren Nazila Zakiyatunnisa; Akhfa Auliya Malakiyana; Endi; Muhammad Fikri Pratama; Mutiara Citra Mahmuda
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.55221

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas peran mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang harus menjalani tuntutan ganda sebagai santri dan mahasiswa di Pondok Pesantren Al-Wafa’. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana resiliensi dibentuk dan dimaknai dalam konteks kehidupan pesantren. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi bagaimana resiliensi mahasiswa PBSB dibentuk dan dimaknai melalui interaksi antara aspek personal, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri dari dua mahasiswa PBSB yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi non-partisipan, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologis Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi terbentuk melalui lima dimensi utama, yaitu kompetensi personal, toleransi terhadap emosi negatif, penerimaan perubahan, kontrol diri, dan pengaruh spiritual. Dimensi spiritual dan relasional, khususnya hubungan dengan kyai serta nilai-nilai seperti ikhlas dan barokah, menjadi faktor dominan yang mengintegrasikan seluruh aspek resiliensi. Kesimpulannya, resiliensi mahasiswa PBSB bersifat dinamis, kontekstual, serta terintegrasi dalam sistem nilai pesantren, sehingga penguatannya memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek psikologis, sosial, dan spiritual.