Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG CARA PEMBERIAN SUSU BOTOL DENGAN RAMPAN KARIES PADA MURID TK NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Yucha Zirda; Intan Liana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5293

Abstract

Rampan karies merupakan kerusakan gigi yang terjadi secara luas dan cepat, terutama pada anak usia dini. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan pemberian susu botol yang tidak tepat terutama menjelang tidur. Pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya rampan karies pada anak. Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang cara pemberian susu botol dengan kejadian rampan karies pada murid TK Negeri 5 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 55 murid TK dan ibu murid, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan langsung pada gigi anak, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang baik mengenai pemberian susu botol (43,6%). Dan murid-murid lebih banyak mengalami rampan karies dengan kategori sedang (36,3%) dan berat (34,5%). Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang pemberian susu botol dengan kejadian rampan karies (p = 0,003). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang cara pemberian susu botol dengan rampan karies pada anak. Peningkatan edukasi kepada ibu tentang cara pemberian susu botol yang baik sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya karies gigi pada anak usia dini. Diharapkan kepada ibu agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara pemberian susu botol yang baik dan benar.Melalui posyandu atau klinik gigi serta membimbing anak agar menyikat gigi 2 kali sehari, dan mengontrol gigi anak kepelayan kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali sehingga terhindar dari kejadian rampan karies gigi.