Imroatul Afifah
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENURUNAN SUHU GAS ALAM DI DALAM COOLER TERHADAP KEMAMPUAN PENYERAPAN GAS H2S PADA UNIT ACID GAS REMOVAL Imroatul Afifah; Ariani Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5057

Abstract

Gas alam adalah salah satu sumber daya alam Indonesia yang ketersediaannya melimpah sehingga dilakukan proses pengolahan menjadi gas siap pakai. Salah satu parameter yang menentuka kualitas produk gas yaitu terbebas dari gas asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penurunan suhu terhadap kemampuan penyerapan gas asam berupa H2S. Proses penyerapan gas asam pada industri ini terjadi di absorber dengan absorbent berupa a-MDEA. Absorber merupakan alat yang digunakan untuk proses penyerapan fluida gas oleh absorbent. Proses absorpsi gas asam oleh a-MDEA di absorber ini memerlukan suhu yang rendah agar lebih maksimal. Oleh karena itu  sebelum masuk ke dalam absorber, gas akan didinginkan terlebih dahulu pada unit pendingin. Pengambilan data dilakukan pada saat pergantian shift selama 4 hari. Data menunjukkan  bahwa nilai penurunan suhu gas di alat pendingin tidak di pengaruhi oleh jumlah gas alam yang masuk untuk  diolah namun dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitar. Nilai penurunan suhu gas terendah per hari umumnya  terjadi pada pengambilan data pukul 07.00 WIB yaitu mencapai 16,33 °F dan penurunan suhu gas tertinggi  umumnya terjadi pada pengambilan data pukul 23.00 WIB yaitu mencapai 20,06 °F. Sedangkan keberadaan gas  H2S terbesar 0,63 ppm dan terkecil 0,02 ppm Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai penurunan suhu gas di alat pendingin, maka kualitas gas yang di hasilkan akan semakin rendah kadar impuritis.