Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Quizizz di Pesantren Darul Azhar untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Rabiyatul Adawiyah; Indah Putri Santri
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v4i4.536

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut siswa untuk memiliki literasi digital yang baik. Namun, rendahnya minat siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran masih menjadi tantangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui sosialisasi penggunaan aplikasi gamifikasi pembelajaran, Quizizz. Sosialisasi dilaksanakan kepada siswa pesantren darul azhar dengan pendekatan pelatihan interaktif menggunakan metode daring dan luring. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, penyampaian materi, praktik langsung, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan Quizizz, serta meningkatnya minat mereka dalam mengintegrasikan teknologi digital untuk kegiatan pembelajaran dan organisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya digital yang produktif di kalangan siswa.
Produksi Bawang Merah Tumpangsari dengan Cabai pada Beberapa Jarak Tanam Rabiyatul Adawiyah; Indah Putri Santri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jq2y3r15

Abstract

Masyarakat Indonesia menggunakan bawang merah setiap hari sebagai bahan penting dalam masakan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, produksi bawang merah perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah melalui strategi intensifikasi seperti tumpang sari. Menggabungkan bawang merah dengan cabai merupakan salah satu pendekatan yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi bawang merah ketika ditanam menggunakan metode tumpang sari dengan konfigurasi jarak tanam yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari enam pendekatan berbeda: tumpang sari dengan jarak tanam 15 x 15 cm, tumpang sari dengan jarak tanam 20 x 20 cm, tumpang sari dengan jarak tanam 25 x 25 cm, monokultur dengan jarak tanam 15 x 15 cm, monokultur dengan jarak tanam 20 x 20 cm, dan monokultur dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Setiap pendekatan diuji coba empat kali, sehingga total terdapat 24 kelompok percobaan individu. Data dikumpulkan mengenai berat umbi segar, berat umbi kering untuk penggunaan pasar, total produksi per hektar, jumlah umbi yang diproduksi, dan lebar umbi. Informasi yang terkumpul kemudian diuji menggunakan uji F dengan ambang batas 5%, diikuti oleh uji DMRT pada ambang batas 5% yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang merah per hektar dengan pendekatan satu tanaman dan penanaman sela dengan jarak tanam 15 x 15 cm menghasilkan jumlah yang kurang lebih sama. Oleh karena itu, petani dapat menanam bawang merah secara sela dengan cabai menggunakan jarak tanam 15 x 15 cm.
Pengamatan Plasmolisis pada Kentang Rabiyatul Adawiyah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jm1jgt26

Abstract

Plasmolisis terjadi ketika air meninggalkan sel tumbuhan dan berpindah ke larutan yang memiliki lebih banyak zat terlarut, sehingga larutan menjadi lebih pekat. Hal ini menyebabkan membran sel menjauh dari dinding sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa plasmolisis terjadi pada umbi kentang, yang merupakan bagian dari tanaman Solanum tuberosum. Untuk itu, larutan gula 17% ditempatkan di dalam lubang yang dibuat pada kentang tanpa memotongnya. Bagian bawah kentang kemudian dimasukkan ke dalam air. Percobaan berlangsung selama 45 menit, dengan pengamatan setiap 15 menit. Selama setiap pemeriksaan, jumlah larutan yang tersisa di dalam lubang dan tanda-tanda kehilangan air pada kentang dicatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume larutan di dalam lubang turun dari 1 cm menjadi 0,2 cm, membuktikan bahwa air berpindah keluar dari sel kentang dan masuk ke dalam larutan gula karena perbedaan konsentrasi air. Pada akhirnya, plasmolisis dipastikan telah terjadi pada kentang. Larutan gula memiliki lebih sedikit air daripada sel kentang, sehingga air berpindah keluar dari sel ke dalam larutan, menyebabkan sel menyusut.
Pemanfaatan Google Lens Berbasis Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup di SMP Swasta IT Darul Azhar Rabiyatul Adawiyah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q14wey90

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan peluang besar dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya materi klasifikasi makhluk hidup, membutuhkan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan objek nyata agar konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah Google Lens, yaitu aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang mampu melakukan identifikasi objek melalui teknologi pengenalan gambar (image recognition). Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Google Lens sebagai media pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman konsep siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup di SMP Swasta IT Darul Azhar. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktik baik (best practice) melalui implementasi pembelajaran berbasis teknologi pada siswa kelas VII A sebanyak 32 siswa. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan tahapan pengenalan Google Lens, eksplorasi objek biologi di lingkungan sekolah, identifikasi makhluk hidup, analisis hasil pengamatan, serta presentasi kelompok. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan Google Lens mampu menciptakan pembelajaran IPA yang lebih aktif, menarik, dan kontekstual. Siswa lebih mudah mengenali objek biologi yang ditemukan di lingkungan sekitar serta mampu menghubungkan hasil identifikasi digital dengan konsep klasifikasi makhluk hidup. Berdasarkan evaluasi hasil belajar, terjadi peningkatan rata-rata nilai siswa dari 45 pada tahap pretest menjadi 80 pada tahap posttest dengan peningkatan sebesar 35 poin atau 77,78%. Pemanfaatan Google Lens juga mendukung penguatan literasi digital melalui kegiatan pencarian, analisis, dan pemanfaatan informasi digital secara bertanggung jawab. Implementasi Google Lens dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran IPA berbasis teknologi yang mendukung pembelajaran abad ke-21 serta integrasi kecerdasan buatan dalam pendidikan.