Wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, namun menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, seperti berkurangnya habitat biota laut yang berdampak pada penurunan hasil tangkapan nelayan. Salah satu upaya konservasi yang dapat dilakukan adalah pembangunan Fish Bank Bambu sebagai habitat buatan bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Fish Bank Bambu sebagai upaya konservasi ekosistem pesisir berkelanjutan di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif sejak tahap identifikasi permasalahan, perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring kegiatan. Bentuk partisipasi meliputi penyampaian ide, pengambilan keputusan, penyediaan bahan, perakitan, pemasangan, serta pemeliharaan Fish Bank Bambu. Keberhasilan program didukung oleh semangat gotong royong, pengalaman nelayan, ketersediaan bambu, serta dukungan pemerintah kelurahan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Sementara itu, kondisi cuaca dan gelombang laut menjadi kendala dalam proses pemasangan. Pembangunan Fish Bank Bambu memberikan dampak positif terhadap konservasi pesisir melalui penyediaan habitat buatan bagi biota laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Participatory Action Research (PAR) mampu memperkuat partisipasi masyarakat dan mendukung keberlanjutan konservasi ekosistem pesisir berbasis masyarakat.