Stroke hemoragik merupakan jenis stroke dengan mortalitas dan morbiditas tinggi akibat perdarahan pada jaringan otak yang mengganggu perfusi serebral. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kesadaran, gangguan mobilitas, gangguan komunikasi, dan ketidaknyamanan sehingga memerlukan asuhan keperawatan komprehensif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah slow back massage, yaitu pijatan lembut dan ritmis pada area punggung untuk memberikan relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu menstabilkan respons fisiologis pasien. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah pasien stroke hemoragik dengan hipertensi emergensi di Ruang Perawatan Kelas III RS Bhayangkara Polda Lampung. Intervensi dilakukan selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, serta pemantauan tekanan darah dan tingkat kesadaran sebelum dan sesudah intervensi. Hasil awalmenunjukkan GCS 3 dan tekanan darah 196/111 mmHg dengan diagnosis perfusi serebral tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan gangguan komunikasi verbal. Setelah intervensi, tekanan darah menurun bertahap hingga 150/76 mmHg pada hari ketiga, GCS meningkat menjadi 15, aktivitas membaik, dan komunikasi verbal meningkat. Slow back massage dapat menjadi terapi pendukung yang aman, sederhana, dan bermanfaat dalam asuhan keperawatan pasien stroke hemoragik. Temuan ini mendukung penggunaan intervensi nonfarmakologis sebagai pelengkap tindakan medis dan keperawatan rutin di klinik.