Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Human Moral Responsibility in QS. Al-Isra' Verse 36: Ethical Interpretation in the Era of Artificial Intelligence Jundyah Zahrah Rabbani
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines QS. Al-Isra':36 in the perspective of epistemic ethics and moral responsibility, as well as its relevance in responding to contemporary Artificial Intelligence (AI) ethical challenges. This verse emphasizes the prohibition of following something without a valid basis of knowledge and places hearing, sight, and heart as human epistemic devices that will be held accountable. In the Islamic tradition, knowledge is not understood as a neutral entity, but rather as a mandate that contains moral and religious implications. Through a thematic interpretation approach and normative ethical analysis, this article integrates classical and contemporary interpretations with global AI ethical discourse, particularly the concepts of responsibility gap, human accountability, and algorithm-based disinformation problems. The results of the study show that the ethical crisis in the use of AI is not just a technical issue, but an epistemic and moral crisis of humans in receiving, producing, and disseminating information. QS. Al-Isra':36 affirms that ethical responsibility cannot be transferred to technological systems, because AI lacks moral awareness and intention. Therefore, this verse can be positioned as the normative foundation of Qur'anic ethics in building an AI ethical framework that emphasizes human accountability, ethical supervision, and the formation of responsible epistemic character in the digital age.
Makna Kata Rajfah dalam Ayat-Ayat Azab: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Jundyah Zahrah Rabbani; Ahmad Nurrohim
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.582

Abstract

Kajian mengenai kosakata azab dalam Al-Qur’an umumnya lebih banyak berfokus pada penafsiran tematik dan teologis, sedangkan kajian semantik terhadap istilah tertentu seperti rajfah masih relatif terbatas, khususnya dalam perspektif Toshihiko Izutsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kata rajfah dalam ayat-ayat azab menggunakan pendekatan semantik Izutsu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan modern, kamus bahasa Arab, serta literatur semantik. Analisis dilakukan terhadap makna dasar dan makna relasional kata rajfah melalui pendekatan sintagmatik, paradigmatik, sinkronik, dan diakronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara dasar rajfah berarti guncangan atau getaran yang kuat, tetapi dalam konteks Al-Qur’an berkembang menjadi simbol azab Ilahi yang bersifat destruktif dan menakutkan. Kata ini juga memiliki relasi semantik dengan ṣaiḥah, ṣā‘iqah, dan zalzalah, serta berlawanan dengan konsep as-sukun dan aṡ-ṡabāt. Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an membangun konsep azab melalui dimensi linguistik, moral, dan teologis yang saling berkaitan.