p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal At-Tarbiyah
Siti Fatimah
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Balikpapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran wudhu melalui metode bernyanyi dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 1 di MI Negeri 1 Balikpapan maha rani; Siti Fatimah; suherman
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (1) Juni 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran wudhu melalui metode bernyanyi dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 1, untuk mengidentifikasi pendekatan apa yang digunakan dalam pembelajaran tersebut, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pada pembelajaran wudhu melalui metode bernyanyi dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 1 di MI Negeri 1 Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas 1 pada pembelajaran wudhu dengan lagu yang disusun secara berurutan dari lirik yang diubah sesuai dengan rukun dan tata cara wudhu, sehingga siswa lebih mudah paham dan mengingatnya serta merasa senang dalam proses pembelajaran wudhu. Pendekatan yang digunakan pada pembelajaran wudhu melalui metode bernyanyi dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 1 di MI Negeri 1 Balikpapan adalah pendekatan yang berpusat pada siswa meliputi pendekatan kontekstual, pendekatan pembelajaran aktif dan pendekatan sosio-emosional. Ketiga pendekatan ini mendukung pembelajaran wudhu yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas 1. Adapun faktor pendukung pada pembelajaran wudhu melalui metode bernyanyi antara lain karakter siswa kelas 1 yang senang lagu dan gerakan, antusiasme siswa dan adanya media pembelajaran serta fasilitas sekolah yang memadai. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah adanya beberapa siswa yang kurang aktif, perbedaan kemampuan belajar atau ada yang masih belum bisa membaca, serta waktu yang kurang dalam mengajar di kelas.
Pandangan Orang Tua Dalam Memilih Pendidikan Berbasis Islam (Studi Kasus Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Balikpapan) Muhammad Makbul Khoir; Siti Fatimah; erina siskawati
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (1) Juni 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i1.34

Abstract

This study aimed to explore in depth the views and motivations of parents in choosing Islamic-based education for their children, focusing on Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari in Balikpapan. The background of this research is based on the central role of parents as the primary and first educators for children in the family, especially in facing modern era challenges characterized by rapid technological developments and increasingly complex external environmental influences on children's growth and development. This research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation techniques, in-depth interviews, and documentation with parents of students who enrolled their children at Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Balikpapan. The results showed that parents' motivation in choosing Islamic-based education can be categorized into two main factors, namely intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors include parents' strong desire to form children’s noble personalities, have Islamic characters, and be able to practice religious teachings in daily life. Meanwhile, extrinsic factors include the religious pesantren environment, the existence of a curriculum integrated with Islamic values, the exemplary role of ustaz and teachers, and the hope that children will be able to face the challenges of the times with strong religious knowledge.