Irma Akbarani
Universitas Widyatama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analysis Of Compensation, Workload, And Competency On Performance Moderated By Work Culture Variables (A Study On Permanent Employees At PT XYZ, Bandung City) Irma Akbarani; Deden Sutisna
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/7507t882

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kompensasi, beban kerja, dan kompetensi terhadap kinerja karyawan serta menguji budaya kerja sebagai variabel moderasi pada PT XYZ Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan seluruh populasi sebanyak 40 karyawan tetap pada kelompok manajemen/nonoperator melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Setelah respesifikasi model pengukuran, seluruh konstruk memenuhi validitas konvergen (AVE = 0,504–0,609), validitas diskriminan (HTMT < 0,90), dan reliabilitas (Cronbach’s alpha = 0,835–0,956; composite reliability = 0,849–0,959). Model struktural mampu menjelaskan 51,9% variasi kinerja karyawan (R² = 0,519) dan memiliki relevansi prediktif (Q² = 0,195). Kompensasi (β = 0,303; p = 0,032), kompetensi (β = 0,287; p = 0,035), dan budaya kerja (β = 0,357; p = 0,030) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Beban kerja berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan (β = −0,083; p = 0,587). Budaya kerja tidak terbukti memoderasi pengaruh kompensasi, beban kerja, maupun kompetensi terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya kerja lebih berperan sebagai pendorong langsung kinerja daripada sebagai kondisi yang mengubah hubungan antarvariabel. Perusahaan perlu memprioritaskan keadilan kompensasi, pengembangan kompetensi berkelanjutan, dan penguatan nilai kerja yang disiplin, kolaboratif, serta berorientasi hasil.