Kebutuhan akan jaringan komputer yang handal dan efisien menjadi prioritas utama seiring pesatnya perkembangan teknologi. Dalam konteks ini, routing memegang peranan krusial. Namun, static routing memiliki keterbatasan signifikan, yaitu kurang fleksibel dan rentan terhadap kegagalan jalur. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada implementasi routing dynamic OSPF multi-area sebagai solusi, membandingkannya secara langsung dengan static routing. Tujuan utama studi ini adalah menganalisis efektivitas OSPF multi-area dalam meningkatkan performa routing diukur dari throughput, delay, jitter dan packet loss serta mengevaluasi mekanisme redundansinya. Metode yang digunakan melibatkan perancangan dan implementasi topologi jaringan dengan enam router Mikrotik, baik dalam konfigurasi static maupun OSPF multi-area. Pengujian performa dilakukan menggunakan IPERF dan Wireshark pada berbagai rentang bandwidth. Pengujian redundansi mensimulasikan pemutusan jalur utama untuk mengamati kemampuan pengalihan rute. Hasil penelitian secara jelas menunjukkan bahwa OSPF multi-area jauh mengungguli static routing. Pada 50 Mbps, OSPF mencapai throughput 47462 kbps dengan 9007 kbps static, delay 0.236 ms dengan 1.098 ms static, dan jitter 0.244 ms dengan 1.098 ms static. Packet loss OSPF juga minimal 0.01% dibandingkan static routing 0,1%. Dalam hal redundansi, OSPF multi-area mampu mengalihkan lalu lintas secara otomatis saat jalur terputus, menjaga konektivitas, sementara static routing gagal. Kesimpulannya, OSPF multi-area adalah solusi yang lebih efisien, stabil, dan handal.