Haikal Kamil
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Banjarbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT DAYAK NGAJU Abyazzaki Raihan Wahidin; Haikal Kamil; Muhammad Rif'an
MAQASHIDUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/maqashiduna.v4i1.1060

Abstract

Perkawinan di Indonesia merupakan institusi hukum, sosial, dan kultural yang tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga dan dua sistem nilai. Artikel ini mengkaji perkawinan dalam perspektif hukum Islam dan hukum adat Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan konsep, tujuan, dan mekanisme perkawinan menurut kedua sistem tersebut, sekaligus menyoroti titik temu dan perbedaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui telaah terhadap literatur hukum Islam, norma adat Dayak Ngaju, serta regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik hukum Islam maupun adat Dayak Ngaju sama-sama memandang perkawinan sebagai ikatan sah yang memiliki konsekuensi moral dan sosial, serta berfungsi menjaga kehormatan keluarga dan keberlanjutan garis keturunan. Namun, keduanya berbeda dalam struktur akad, peran keluarga besar, dan bentuk pemberian seperti mahar dalam Islam serta belis dalam adat Dayak Ngaju. Temuan ini menegaskan bahwa praktik perkawinan tidak dapat dipahami hanya dari satu kerangka hukum tunggal, tetapi harus dilihat sebagai interaksi antara agama, adat, dan hukum negara.