Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE GOD BERDASARKAN DATA HIDROGEOLOGI DI KECAMATAN BABAHROT, PROVINSI ACEH Dewi Sartika Sartika; Dina Gunarsih; Akmal Muhni; Lia Fitria Rahmatillah; Tika Hapsari; Yoessi Oktarini; Rifqan; Muhammad Arief Akbar
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8294

Abstract

Kecamatan Babahrot mempunyai tata gunalahan yang diperuntukkan sebagai area perkebunan sawit dan pemukiman penduduk. Potensi akan terjadinya pencemaran airtanah sangat memungkinkan dikarenakan penggunaan pupuk pada area perkebunan sawit dilakukan secara terus menerus. Kualitas dan kuantitas airtanah menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat airtanah merupakan sumber utama kehidupan makhluk hidup. Studi kerentanan airtanah menggunakan metode GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth Of Groundwater) berdasarkan data resistivitas dan hidrogeologi memiliki peran yang sangat penting dalam studi pencemaran airtanah. Metode GOD dalam studi kerentanan intrinsik airtanah dilakukan pada 3 jenis parameter meliputi tipe akuifer, tipe akuitar, dan kedalaman muka airtanah. Penggunaan metode GOD dilakukan dengan tujuan untuk dapat memetakan zonasi potensi kerentanan airtanah terhadap pencemaran di lokasi penelitian. Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh hasil kondisi hidrogeologi di Kecamatan Babahrot memiliki kedalaman muka airtanah sebesar 0,42 hingga 1,58 meter, sedangkan jenis akuifer tergolong kedalam jenis akuifer bebas dan akuifer tertekan dengan litologi terdiri dari pasir, pasir dan kerikil jenuh. Untuk jenis akuitar dilokasi penelitian berdasarkan data resistivitas diperoleh hasil yaitu lempung pasiran, lempung, dan kerikil sedang. Berdasarkan metode GOD yang telah dilakukan, menunjukkan hasil tingkat kerentanan airtanah di lokasi penelitian termasuk kedalam kategori rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Dari hasil pengujian geokimia airtanah dilokasi penelitian menunjukkan nilai konsentrasi biochemical oxygen demand (BOD) pada 3 titik sampel airtanah di lokasi penelitian melewati batas ambang dengan batas maksimum sebesar 2 mg/l yaitu pada sumur S-01 sebesar 2,032 mg/l; sumur S-02 sebanyak 2,490 mg/l, dan sumur S-05 sebanyak 2,1951 mg/l.
Pemberdayaan Masyarakat Perumahan IKIP RW 09 melalui Program KKN-MAS Berbasis Lingkungan, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Khuswan Faliah Putri; Mutia Hidayah; Muhammad Arief Akbar; Nihayatul Fatmah; Alya Putri Apriliansah; Sultan Al Fariz; Nabila Annisa; Gama Dian Rhamadan
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): September: JPM :Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v3i3.3549

Abstract

Community empowerment activities are needed to help communities address their needs in the areas of environment, education, health, and economy. This community service activity aimed to provide knowledge and experience through education, practice, and mentoring for the community in Perumahan IKIP RW 09, Tegalgondo Village, Malang Regency. The activity used a partnership-based community empowerment approach consisting of observation, planning, socialization, practice, mentoring, and evaluation. The programs included EcoDESA for household waste management, botanical pesticide production, CALISTUNG assistance for children, DAGUSIBU education, sports injury prevention and first aid education, and digitalization assistance for MSMEs. The results showed that participants gained knowledge and experience in managing household waste, producing botanical pesticides, reading, writing, and arithmetic, managing medicines properly, providing initial treatment for sports injuries, and using digital technology to support business promotion. Participants were also actively involved in discussions, learning activities, and direct practice. These activities are expected to encourage participants to apply the knowledge and skills gained in their daily lives and support the sustainability of the programs through continued community involvement and cooperation with relevant parties.