Ventilator-associated events (VAE) dan Ventilator-associated pneumonia (VAP) tetap menjadi sumber morbiditas dan mortalitas tinggi pada pasien yang menerima ventilasi mekanik. Akumulasi sekret jalan napas mengganggu pertukaran gas dan meningkatkan kebutuhan FiO₂/PEEP sehingga mendorong terjadinya VAE. Tindakan suction yang tepat dan kebersihan oral yang sistematis merupakan intervensi yang potensial untuk memperbaiki oksigenasi serta menurunkan risiko komplikasi. Studi ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan oropharyngeal suction berkala dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU. Desain studi laporan kasus (case report / evidence based nursing) dilaksanakan pada enam pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi (>18 tahun, ventilator >72 jam) di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tiga pasien menerima oropharyngeal suction berkala + oral care 4 jam (Intervensi I) dan tiga pasien menerima suction seperlunya + oral care 8 jam (Intervensi II). Parameter yang dicatat meliputi tidal volume (VT), SpO₂, dan FiO₂ sebelum dan setelah intervensi pada jadwal yang telah ditetapkan. Prosedur mengikuti SOP suction dan praktik pre-oksigenasi. Pada kedua kelompok tidak ditemukan penurunan SpO₂ paska suction; umumnya terjadi peningkatan atau stabilitas SpO₂. Kelompok Intervensi I menunjukkan kecenderungan penurunan kebutuhan FiO₂ rata-rata dan peningkatan VT jangka menengah dibanding Intervensi II. Tidak dilaporkan efek samping serius terkait prosedur. Oropharyngeal suction terjadwal dikombinasikan dengan oral care efektif mempertahankan atau memperbaiki oksigenasi pada pasien ventilator dan dapat berkontribusi menurunkan faktor risiko VAE/VAP. Disarankan penerapan protokol suction terjadwal dalam SOP ICU dengan perhatian pada teknik aseptik dan pre-oksigenasi.