Sugiyanto
Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN, POLA INTERAKSI SANTRI, DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN ASSUJA'I ROWOTAMTU RAMBIPUJI JEMBER Maksum; Titin Nurhidayati; Sugiyanto
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 8 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Agustus 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i8.2499

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of educational policies, student interaction patterns, and the effectiveness of Islamic Religious Education (PAI) learning at Pondok Pesantren Assuja'i Rowotamtu, Rambipuji, Jember. Using a qualitative case study approach with Edwards III's policy implementation theory, this research examines four implementation variables—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—as well as their relationship to the formation of student social interactions and the effectiveness of PAI learning. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. This research produces a conceptual recommendation of the MPIS-BAP Model (Pesantren Rule-Based Student Interaction Management Model) as an integrative synthesis that connects policy, supervision, student interaction, and learning effectiveness. The contribution of this research enriches the discourse on Islamic educational policy management while providing practical guidance for pesantren administrators in creating a conducive learning environment grounded in Islamic values.
PENYESUAIAN BERTAHAP INSTRUMEN ASESMEN PAI: STRATEGI MENGATASI KESENJANGAN PEMAHAMAN GURU DI TENGAH PERUBAHAN KURIKULUM YANG BERUNTUN Sugiyanto; Moh. Sahlan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 8 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Agustus 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i8.2500

Abstract

Perubahan kurikulum yang berlangsung secara beruntun, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuju Kurikulum 2013 dan kemudian Kurikulum Merdeka, menghadirkan pergeseran paradigma penilaian yang cukup mendasar bagi guru di lapangan. Pergeseran ini menuntut transisi cara pandang dari asesmen sebagai alat pemberi angka menuju asesmen sebagai proses pendampingan belajar, namun perubahan regulasi tersebut kerap tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas teknis guru secara memadai. Kesenjangan ini terasa lebih tajam pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena karakter keilmuannya menuntut keseimbangan penilaian pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sekaligus, bukan sekadar penguasaan materi hafalan. Artikel ini bertujuan menelaah akar kesenjangan pemahaman guru PAI dalam beradaptasi dengan tuntutan asesmen kurikulum terbaru, sekaligus merumuskan model penyesuaian instrumen yang bersifat bertahap, yakni tidak merombak total perangkat yang telah dimiliki guru, melainkan menyempurnakannya secara berjenjang dan terukur. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan analitis yang diperkuat sintesis data empiris dari sejumlah penelitian implementasi asesmen PAI pada rentang tahun 2022 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebingungan guru pada umumnya bukan disebabkan oleh ketidakmampuan teknis semata, melainkan oleh persepsi keliru bahwa perubahan kurikulum mengharuskan penggantian instrumen secara total. Model penyesuaian bertahap yang dirumuskan dalam kajian ini terdiri atas tiga tahap yang saling berkelanjutan, yaitu inventarisasi dan pemetaan kesesuaian, modifikasi komponen secara berangsur, serta penguatan dan validasi berkala. Penerapan model tersebut secara konseptual mampu menurunkan beban kognitif dan keraguan guru, sekaligus menghasilkan instrumen yang tetap selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka namun tetap layak dan mudah dilaksanakan pada kondisi riil di sekolah. Kebaruan artikel ini terletak pada tawaran kerangka kerja transisi yang sistematis dan belum banyak dikaji secara eksplisit dalam literatur asesmen PAI yang ada, sehingga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu evaluasi pembelajaran PAI yang berkelanjutan di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional.