Moh. Sahlan
Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENILAI YANG TAK TAMPAK: EVALUASI AUTENTIK BERBASIS OBSERVASI DALAM PEMBELAJARAN PAI ANAK USIA DINI Muhammad Mahfud; Moh. Sahlan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i6.2331

Abstract

Penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia dini tidak cukup dilakukan hanya melalui tes tertulis atau penilaian hasil akhir, karena perkembangan religius anak lebih tampak melalui sikap, kebiasaan, dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI pada anak usia dini serta mengembangkan model evaluasi autentik berbasis observasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada lembaga pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi autentik berbasis observasi mampu membantu guru menilai perkembangan nilai agama dan moral anak secara lebih menyeluruh melalui pengamatan terhadap kebiasaan ibadah, sikap religius, dan interaksi sosial anak dalam proses pembelajaran. Instrumen observasi yang digunakan dalam bentuk checklist, rating scale, dan catatan anekdot mempermudah guru melakukan penilaian secara sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan model evaluasi ini memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai perkembangan religius anak dibandingkan evaluasi konvensional yang berorientasi pada hasil akhir. Dengan demikian, evaluasi autentik berbasis observasi dinilai efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI anak usia dini karena mampu menilai aspek perkembangan anak secara kontekstual dan autentik.
PEMANFAATAN AI-BASED ASSESSMENT TOOLS DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH: PELUANG DAN TANTANGAN MORALITAS DIGITAL Solihin; Moh. Sahlan; Muhammad Mahfud
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2348

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan alat asesmen berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi pembelajaran Fiqih, serta peluang dan tantangan moralitas digital yang menyertainya. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori, penelitian ini melibatkan 180 siswa dan 12 guru Fiqih dari tiga lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui tes komparatif, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis AI lebih efektif dalam mengukur pemahaman kognitif tingkat tinggi, dengan peningkatan signifikan pada aspek analisis dan evaluasi (selisih +12,3 poin) serta penerapan dan analisis (selisih +8,3 poin) dibandingkan metode konvensional. Sistem AI juga lebih cepat (2 jam vs 7-10 hari kerja) dan lebih objektif. Namun, penerapannya menghadapi tantangan moralitas digital, yaitu 32% siswa tergoda mencari bantuan daring dan 27% menunjukkan ketergantungan pada teknologi. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan antara teknologi dan pendidikan karakter, aturan penggunaan yang jelas, pembekalan etika digital, serta pengawasan manusiawi agar asesmen AI tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas pendidikan Islam.
PENYESUAIAN BERTAHAP INSTRUMEN ASESMEN PAI: STRATEGI MENGATASI KESENJANGAN PEMAHAMAN GURU DI TENGAH PERUBAHAN KURIKULUM YANG BERUNTUN Sugiyanto; Moh. Sahlan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 8 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Agustus 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i8.2500

Abstract

Perubahan kurikulum yang berlangsung secara beruntun, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuju Kurikulum 2013 dan kemudian Kurikulum Merdeka, menghadirkan pergeseran paradigma penilaian yang cukup mendasar bagi guru di lapangan. Pergeseran ini menuntut transisi cara pandang dari asesmen sebagai alat pemberi angka menuju asesmen sebagai proses pendampingan belajar, namun perubahan regulasi tersebut kerap tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas teknis guru secara memadai. Kesenjangan ini terasa lebih tajam pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena karakter keilmuannya menuntut keseimbangan penilaian pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sekaligus, bukan sekadar penguasaan materi hafalan. Artikel ini bertujuan menelaah akar kesenjangan pemahaman guru PAI dalam beradaptasi dengan tuntutan asesmen kurikulum terbaru, sekaligus merumuskan model penyesuaian instrumen yang bersifat bertahap, yakni tidak merombak total perangkat yang telah dimiliki guru, melainkan menyempurnakannya secara berjenjang dan terukur. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan analitis yang diperkuat sintesis data empiris dari sejumlah penelitian implementasi asesmen PAI pada rentang tahun 2022 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebingungan guru pada umumnya bukan disebabkan oleh ketidakmampuan teknis semata, melainkan oleh persepsi keliru bahwa perubahan kurikulum mengharuskan penggantian instrumen secara total. Model penyesuaian bertahap yang dirumuskan dalam kajian ini terdiri atas tiga tahap yang saling berkelanjutan, yaitu inventarisasi dan pemetaan kesesuaian, modifikasi komponen secara berangsur, serta penguatan dan validasi berkala. Penerapan model tersebut secara konseptual mampu menurunkan beban kognitif dan keraguan guru, sekaligus menghasilkan instrumen yang tetap selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka namun tetap layak dan mudah dilaksanakan pada kondisi riil di sekolah. Kebaruan artikel ini terletak pada tawaran kerangka kerja transisi yang sistematis dan belum banyak dikaji secara eksplisit dalam literatur asesmen PAI yang ada, sehingga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu evaluasi pembelajaran PAI yang berkelanjutan di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional.