Afidatusholikha -
IAI Uluwiyah Mojokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekstrakurikuler Pendidikan Pra Pesantren : Strategi Transisi Efektif Menuju Kehidupan Pesantren Bagi Siswa Kelas Vi Mi Miftahul Ulum Kunjorowesi Ngoro Mojokerto Afidatusholikha -
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation and impact of the Pre-Islamic Boarding School Education extracurricular program at MI Miftahul Ulum Kunjorowesi, Mojokerto, as a form of transitional education for sixth-grade students who will continue their education in Islamic boarding schools (pesantren). Using a qualitative approach with a case study method, this research explores the implementation process, instructional materials, and program evaluation results in terms of mental readiness (cognitive), spiritual readiness (affective), and social readiness (psychomotor). The findings indicate that the program is able to improve students’ Qur’anic literacy skills, basic understanding of Islamic sciences (Nahwu, Shorof, and Pegon), discipline in worship practices, as well as students’ independence and social responsibility. Midterm and final evaluations show increased scores across all indicators, with positive support from students’ parents. The program has also proven effective in helping students adapt better to pesantren life. These findings reinforce the importance of pre-pesantren education as an effective transitional bridge within the Islamic education system. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan dampak program ekstrakurikuler Pendidikan Pra-Pesantren di MI Miftahul Ulum Kunjorowesi, Mojokerto, sebagai bentuk pendidikan transisi bagi siswa kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke pesantren. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali proses pelaksanaan, materi ajar, serta hasil evaluasi program dari aspek kesiapan mental (kognitif), spiritual (afektif), dan sosial (psikomotorik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an, pemahaman dasar ilmu keislaman (Nahwu, Shorof, Pegon), kedisiplinan ibadah, serta kemandirian dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penilaian tengah dan akhir program menunjukkan peningkatan skor pada seluruh indikator, dengan dukungan positif dari orang tua peserta. Program ini juga terbukti membantu siswa beradaptasi lebih baik terhadap kehidupan pesantren. Temuan ini mempertegas pentingnya pendidikan pra-pesantren sebagai jembatan transisi yang efektif dalam sistem pendidikan Islam.
Implementasi Ekoteologi melalui Pendidikan Agama Islam Berbasis Ecological awareness: Sebuah Kajian Konseptual Afidatusholikha -
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/pb7pd739

Abstract

Krisis ekologis global yang semakin meningkat menuntut pendekatan pendidikan yang mampu mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi strategis untuk membangun ecological awareness melalui internalisasi nilai-nilai teologis Islam dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual implementasi ekoteologi melalui Pendidikan Agama Islam berbasis ecological awareness. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal nasional dan internasional, buku referensi, dokumen UNESCO, serta regulasi pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mensintesis hubungan antara konsep ekoteologi, ecological awareness, dan Pendidikan Agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekoteologi Islam berlandaskan pada nilai-nilai tauhid, khalifah, amanah, mīzān, dan ihsan yang menjadi fondasi teologis bagi tanggung jawab ekologis. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan secara sistematis ke dalam tujuan pembelajaran, materi ajar, strategi pembelajaran, media, asesmen autentik, dan budaya sekolah guna membentuk karakter ekologis religius peserta didik. Penelitian ini menghasilkan Model Konseptual Implementasi Ekoteologi melalui Pendidikan Agama Islam Berbasis Ecological awareness yang menempatkan ecological awareness sebagai mekanisme mediasi antara nilai-nilai teologis Islam dengan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Model ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan pendidikan Islam berkelanjutan serta menjadi landasan bagi inovasi kurikulum, desain pembelajaran, dan penelitian empiris pada masa mendatang.