Nurman Nurman
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan E-money dan Literasi Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Manajemen Universitas Negeri Makassar Indira Nur Fatimah; Chalid Imran Musa; Nurman Nurman; Anwar Anwar; Abdul Rahman
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 3 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i3.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan e-money dan literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Manajemen Universitas Negeri Makassar. Fokus penelitian ini adalah melihat seberapa besar peran kemudahan transaksi digital dan tingkat pemahaman keuangan mahasiswa dalam mendorong perilaku konsumtif di era penggunaan pembayaran non-tunai yang semakin berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Squares (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Manajemen Universitas Negeri Makassar dan dianalisis untuk mengetahui hubungan langsung antara variabel penggunaan e-money, literasi keuangan, dan perilaku konsumtif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-money berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, yang ditunjukkan oleh nilai Original Sample sebesar 0,326, t-statistic 4,051, dan p-value 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan e-money, maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif mahasiswa. Sementara itu, literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, dengan nilai Original Sample -0,485, t-statistic 6,282, dan p-value 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman keuangan mahasiswa, maka semakin rendah tingkat konsumtifnya.
Pengaruh Work-life balance Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Quarter life crisis Pada Karyawan Muda PT. Media Fajar Indonesia Di Makassar Widya Aprilia; Nurman Nurman; Zainal Ruma; Agung Widhi Kurniawan; Burhanuddin Burhanuddin
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 3 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i3.1568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh work-life balance dan dukung sosial keluarga terhadap quarter life crisis pada karyawan muda di PT. Media Fajar Indonesia. Fenomena quarter life crisis pada generasi usia 18-30 tahun semakin meningkat seiring dengan perkembangan sosial dan teknologi, ditandai oleh kecemasan, kebingungan arah hidup, serta tekanan kerja yang ting-gi. Kondisi ini semakin diperparah oleh beban kerja beban, jam kerja panjang, kurangnya keseimbangan hidup, serta lemahnya dukungan sosial keluarga. Studi awal paada PT. Media Fajar Indonesia menujukkan adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dan kapasitas karyawan, yang terdampak pada munculnya gejala quarter life crisis . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain ko-relasional. Teknik pengambilan sampel menggunakani purposive sampling dengan kriteria karyawan muda yang sesuai kebutuhan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial melalui bantuan software SPSS versi 23, untuk menguji kekuatan dan arah hubungan antara variabel work-life bal-ance, dukungan sosial keluarga, dan quarter life crisis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap quarter life crisis . Temuan ini berbeda dari teori umum yang menyatakan bahwa work-life balance menurunkan tekanan psikologis, namun selaras dengan konsep eksplorasi identitas pada masa dewasa awal, dimana kesemimbangan hidup memberi ruang refleksi diri yang dapat memicu muncul-nya krisis. Dukungan sosial keluarga juga berpengaruh positif dan signifikan ter-hadap quarter life crisis , menunjukkan bahwa dukungan keluarga memberi kekuatan psikologi bagi individu untuk menghadapi fase transisi tersebut secara adaptif. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh yang sangat sig-nifikan terhadap quarter life crisis , menegaskan bahwa fenomena ini adalah kondisi multidimensi yang dipengaruhi oleh faktor personal, sosial, dan lingkungan kerja.