Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk repesentasi identitas sosial dalam karya seni lukis Lamafa dan Vandalisme karya Lezart melalui kajian sosiologi kontemporer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya identitas budaya lokal masyarakat Lamalera, khususnya tradisi Leva Nuang dan figur Lamafa yang mengalami konstruksi makna di tengah arus modernitas dan globalisasi, Karya seni bukan hanya sekedar objek estetika, melainkan juga sebagai media representasi sosial yang memproduksi makna identitas budaya dan pengalaman kolektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Lezart sebagai informan utama dan Dr. Drs. Blajan Konradus M.A. sebagai informan pendukung. Analisis hasil penelitian menggunakan teori representasi dari Stuart Hall yang memandang representasi sebagai proses konstruksi makna melalui simbol dan praktik budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa karya seni Lamafa dan Vandalisme merepresentasikan identitas sosial melalui figur Lamafa sebagai identitas budaya masyarakat Lamalera dan unsur vandalisme sebagai representasi identitas kelompok street art dan graffiti. Karya ini juga menunjukan bagaimana identitas sosial dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dimaknai kembali melalui bahasa visual seni kontemporer di tengah perubahan sosial modern. Dengan demikian, karya seni dari Lezart ini dipahami sebagai teks sosial yang merepresentasikan hubungan anatara tradisi lokal, identitas sosial, dan modernitas.