Arjun Wahyudi
Universitas Tanjungpura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kualitas Pendidikan Di Kabupaten Sekadau Tahun 2022-2023 Arjun Wahyudi
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v2i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Sekadau selama periode 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan IPM, terutama dalam aspek pendidikan, yang tercermin dari peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Namun, disparitas kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta tingginya angka putus sekolah, masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan IPM secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi yang berguna bagi pembuat kebijakan dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan di Kabupaten Sekadau.  
PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR MURID MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SMP NEGERI 1 PONTIANAK Arjun Wahyudi; Era Dara Babalo; Gita Aidilia Fitri; Gracia Efra Scolastika; Ratih Nur Zammi; Suhaida Suhaida
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14291

Abstract

ABSTRACT Student participation in social studies learning is reflected not only in verbal activity but also in engagement with thinking processes and responses to learning experiences. The initial condition in class VIIIB at SMP Negeri 01 Pontianak indicated uneven student engagement, leading to an instructional improvement effort through the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. This classroom action research was conducted in two cycles involving 28 students. Changes in participation were observed across three dimensions, namely verbal, cognitive, and emotional participation, while academic achievement was assessed through tests administered at the end of each cycle. The data showed that all three dimensions of participation increased from Cycle I to Cycle II. Verbal participation increased from 68.32 to 79.64, cognitive participation from 68.86 to 79.79, and emotional participation from 68.21 to 80.00. Overall participation increased from 68.46 to 79.81, accompanied by a shift in category distribution from predominantly Poor in Cycle I to Good and Very Good in Cycle II. The range of learning outcomes also shifted from 61–86 to 74–94. These findings position CTL as an alternative for improving social studies instruction by creating greater opportunities for comprehensive student engagement, although the changes in learning outcomes are not interpreted as a causal relationship with participation. ABSTRAK Partisipasi murid dalam pembelajaran IPS tidak hanya tercermin dari aktivitas berbicara, tetapi juga dari keterlibatan dalam proses berpikir dan respons terhadap pengalaman belajar. Kondisi awal pada kelas VIIIB SMP Negeri 01 Pontianak memperlihatkan keterlibatan yang belum merata, sehingga perbaikan pembelajaran diarahkan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 28 murid. Perubahan partisipasi diamati melalui tiga dimensi, yaitu lisan, kognitif, dan emosional, sedangkan capaian akademik diperoleh melalui tes pada akhir setiap siklus. Data menunjukkan bahwa ketiga dimensi partisipasi mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II. Rata-rata partisipasi lisan meningkat dari 68,32 menjadi 79,64, partisipasi kognitif dari 68,86 menjadi 79,79, dan partisipasi emosional dari 68,21 menjadi 80,00. Secara keseluruhan, rata-rata partisipasi meningkat dari 68,46 menjadi 79,81, disertai pergeseran distribusi kategori dari dominan Kurang Baik pada Siklus I menjadi Baik dan Sangat Baik pada Siklus II. Rentang hasil belajar juga bergerak dari 61–86 menjadi 74–94. Temuan ini menempatkan CTL sebagai alternatif perbaikan pembelajaran IPS yang dapat membuka ruang keterlibatan murid secara lebih menyeluruh, meskipun perubahan hasil belajar tidak ditafsirkan sebagai hubungan kausal dengan partisipasi.
Hubungan Interaksi Teman Sebaya Dengan Hasil Belajar IPS Di SMPN 03 Pontianak Arjun Wahyudi
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i2.5693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interaksi teman sebaya dengan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 03 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel terdiri dari 140 peserta didik kelas VIIc sampai VIIi dari total populasi 217 peserta didik. Data interaksi teman sebaya dikumpulkan melalui angket kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25, menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki tingkat interaksi yang moderat (65,71%), diikuti tingkat tinggi (20,71%), dan rendah (10%). Hasil belajar peserta didik diukur berdasarkan nilai Ulangan Harian Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) 80. Melalui uji korelasi Spearman, ditemukan adanya hubungan negatif yang signifikan (koefisien -0,529) antara interaksi teman sebaya dengan hasil belajar, menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas interaksi teman sebaya, semakin rendah pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun interaksi teman sebaya penting bagi perkembangan sosial-emosional peserta didik, interaksi yang tidak diarahkan pada aktivitas pembelajaran dapat mengalihkan fokus dan berdampak negatif pada hasil belajar peserta didik.