ABSTRACT Student participation in social studies learning is reflected not only in verbal activity but also in engagement with thinking processes and responses to learning experiences. The initial condition in class VIIIB at SMP Negeri 01 Pontianak indicated uneven student engagement, leading to an instructional improvement effort through the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. This classroom action research was conducted in two cycles involving 28 students. Changes in participation were observed across three dimensions, namely verbal, cognitive, and emotional participation, while academic achievement was assessed through tests administered at the end of each cycle. The data showed that all three dimensions of participation increased from Cycle I to Cycle II. Verbal participation increased from 68.32 to 79.64, cognitive participation from 68.86 to 79.79, and emotional participation from 68.21 to 80.00. Overall participation increased from 68.46 to 79.81, accompanied by a shift in category distribution from predominantly Poor in Cycle I to Good and Very Good in Cycle II. The range of learning outcomes also shifted from 61–86 to 74–94. These findings position CTL as an alternative for improving social studies instruction by creating greater opportunities for comprehensive student engagement, although the changes in learning outcomes are not interpreted as a causal relationship with participation. ABSTRAK Partisipasi murid dalam pembelajaran IPS tidak hanya tercermin dari aktivitas berbicara, tetapi juga dari keterlibatan dalam proses berpikir dan respons terhadap pengalaman belajar. Kondisi awal pada kelas VIIIB SMP Negeri 01 Pontianak memperlihatkan keterlibatan yang belum merata, sehingga perbaikan pembelajaran diarahkan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 28 murid. Perubahan partisipasi diamati melalui tiga dimensi, yaitu lisan, kognitif, dan emosional, sedangkan capaian akademik diperoleh melalui tes pada akhir setiap siklus. Data menunjukkan bahwa ketiga dimensi partisipasi mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II. Rata-rata partisipasi lisan meningkat dari 68,32 menjadi 79,64, partisipasi kognitif dari 68,86 menjadi 79,79, dan partisipasi emosional dari 68,21 menjadi 80,00. Secara keseluruhan, rata-rata partisipasi meningkat dari 68,46 menjadi 79,81, disertai pergeseran distribusi kategori dari dominan Kurang Baik pada Siklus I menjadi Baik dan Sangat Baik pada Siklus II. Rentang hasil belajar juga bergerak dari 61–86 menjadi 74–94. Temuan ini menempatkan CTL sebagai alternatif perbaikan pembelajaran IPS yang dapat membuka ruang keterlibatan murid secara lebih menyeluruh, meskipun perubahan hasil belajar tidak ditafsirkan sebagai hubungan kausal dengan partisipasi.